Pusat TISDA merupakan salah satu unit di BPPT yang bergerak di bidang Pengkajian Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam. PTISDA aktif dalam pengkajian dan penerapan teknologi di bidang Penginderan Jauh (Remote Sensing),Sumber daya Kelautan dan Pesisir, Sistem Informasi Geografis, Sistem Survey Terestris, dan Valuasi Sumber Daya Alam

Tentang Geostech
Berita
Produk
Fasilitas
Hubungi Kami

CUACA TERKINI


DINAMIKA KUNJUNGAN

Har ini 59
Kemarin 473
Minggu ini 1027
Bulan lalu 1830
Total Kunjungan 30762
     
 

MITRA KERJA

RISTEK
Badan Informasi Geospasial
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
 

DINAMIKA KEGIATAN PTISDA

INTERAKSI MUSON, IOD DAN ENSO: APAKAH FENOMENA IKLIM GLOBAL SAAT INI SUDAH MENCAPAI PUNCAKNYA?
 
Selasa, 01 September 2015
(0) Jika kamu suka
  Akhir-akhir ini sedang gencar diperbincangkan isu mengenai datangnya fenomena El Nino atau disebut juga El Nino Southern Oscillation (ENSO), tetapi apakah benar hanya ENSO saja yang menjadi buah bibir menakutkan dari dampak yang diakibatkannya di wilayah Indonesia? Adakah fenomena lain dengan anomalinya yang turut serta mengiringi ENSO? Bagaimana interaksi satu dengan lainnya? Dampak apa yang akan ditimbulkan dari hasil interaksinya? Sudahkah interaksi fenomena-fenomena ini mencapai puncaknya? Itulah sekelumit pertanyaan penting yang perlu disampaikan agar isu ini mudah dipahami dan dapat segera diantisipasi dampak berantai yang ditimbulkannya sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan tepat, efektif dan efisien. Untuk mendapatkan jawaban pertanyaan tersebut, kita perlu memahami masing-masing fenomena yang saling berinteraksi satu sama lainnya.
 
Anomali tinggi muka air laut tahun 1997
Rincian Berita

Fenomena ENSO ini terjadi di sepanjang ekuatorial Samudera Pasifik dengan siklus antara 3 – 5 tahunan. Pada kondisi normal, Angin Pasat Tenggara dan Angin Pasat Timur Laut selalu berhembus sepanjang tahun bergerak di atas ekuatorial Samudera Pasifik dari arah timur ke arah barat sehingga massa air hangat di permukaan laut terdorong dan berkumpul di perairan sebelah barat ekuatorial Samudera Pasifik. Tetapi apabila terjadi anomali perbedaan tinggi muka laut antara barat dan timur ekuator pasifik, maka akan terkadi fenomena El Nino atau La Nina.

Fenomena alam kedua adalah Indian Ocean Dipole (IOD) ini sering pula disebut Dipole Mode Event (DME) yang terjadi di ekuatorial Samudera Hindia juga dengan siklus 3 – 5 tahunan. Proses terjadinya IOD hampir mirip dengan ENSO dimana massa air hangat yang biasanya berkumpul membentuk kolam air hangat di sebelah timur equatorial Samudera Hindia atau di perairan pantai barat Pulau Sumatera bergerak ke arah barat di sepanjang ekuatorial sampai ke perairan sebelah barat ekuatorial Samudera Hindia di sekitar perairan pantai timur Benua Afrika. Pada saat kondisi normal wilayah sebelah barat Indonesia mendapatkan suplai massa udara dengan kandungan uap air yang tinggi sehingga curah hujan di wilayah ini cukup besar. Kondisi sebaliknya pada saat terjadi anomali IOD, di wilayah sebelah barat Indonesia terjadi curah hujan dibawah normal.

Fenomena alam yang ketiga adalah Muson, dan lebih sering disebut musim dengan siklus tahunannya. Angin Muson ini terjadi akibat pergerakan semu matahari sejauh 23.5° ke arah lintang utara dan selatan. Ketika matahari berada di belahan bumi utara (BBU) dengan puncaknya terjadi pada bulan Juni, terjadi perbedaan pemanasan di permukaan bumi sehingga menghasilkan perbedaan tekanan udara permukaan laut.

PTISDA BPPT dalam 15 tahun terakhir telah melakukan kajian yang berkaitan dengan variabilitas iklim dan cuaca di Indonesia. Salah satu hasilnya adalah terkait dengan Muson, IOD dan ENSO yaitu mengkaji bagaimana proses interaksi dan interelasinya, dampak yang ditimbulkannya dan antisipasi yang strategis untuk dilakukan. Hasil dari analisis pola spasial dan temporal dengan menggunakan Empirical Orthogonal Function (EOF), Continuous dan Cross Wavelet Transform (CWT/XWT), Spectral Density via Fast Fourier Transform (SD-FFT) dan analisis komposit, diperoleh bahwa sinyal spasial hasil EOF pada Mode-3 fase negatif yaitu tiga dari 100 varian terbesar data bulanan suhu permukaan laut di wilayah Indonesia dan sekitarnya dengan menggunakan data tahun 1979-2007 memberikan indikasi IOD dan ENSO masih menuju puncaknya dan Muson masih dalam kondisi normal. Kondisi ini terlihat dari pola sebaran suhu permukaan laut global terkini yang menunjukkan kecenderungan perubahan ke arah Mode-3 fase negatif tersebut.

Anomali tinggi muka laut terkini memperlihatkan kondisi yang senada dimana terjadi ENSO tipe konvensional di Samudera Pasifik dan kecenderungan terjadi IOD kuat di Samudera Hindia. Anomali tinggi muka laut positif di Samudera Pasifik masih terus bergerak sampai mencapai puncaknya mendekati pantai barat Benua Amerika. Sementara itu, di Samudera Hindia anomali tinggi muka laut mulai berkumpul mengarah ke pantai timur Benua Afrika. Di perairan sebelah barat Pulau Sumatera mulai cenderung terjadi penuranan anomali tinggi muka laut ke arah negatif. Angin Muson Barat Daya di atas perairan Laut Cina Selatan terlihat mulai melemah ditandai dengan meningkatnya anomali positif tinggi muka laut di perairan tersebut yang seharusnya dalam kondisi normat saat ini adalah lebih rendah.

SEBERAPA LUAS DAMPAK KEKERINGAN DI WILAYAH INDONESIA?
Jika ENSO Tipe Konvensional dan IOD serta Muson barat yang akan terjadi pada bulan Desember 2015 sampai dengan Februari 2016 memiliki kemiripan dengan periode-periode yang lalu maka dapat dipastikan di seluruh wilayah Indonesia dan sekitarnya akan mengalami kekeringan yang berkepanjangan dan cakupan wilayah yang luas. Seluruh wilayah Indonesia dari barat sampai timur dan dari utara sampai selatan memiliki curah hujan dibawah normal. Hal ini diperkuat pula oleh hasil analisis komposit dari parameter Outgoing Longwave Radiation (OLR) dengan nilai anomalinya yang positif. OLR adalah radiasi energi gelombang panjang dalam bentuk infrared yang dipantulkan oleh bumi sebagai salah satu parameter yang menentukan keberadaan awan yang berpotensi untuk terjadinya hujan. Anomali curah hujan terendah berada persis di tengah wilayah Indonesia dan tidak ada curah hujan diatas normal yang berada di wilayah Indonesia. Pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT yang merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional tidak akan mendapatkan curah hujan yang mencukupi. Suplai irigasi untuk pengairan lahan pertanian akan terus menipis karena minimnya curah hujan. Krisis air bersih untuk kebutuhan dasar manusia akan menurun drastis. Lahan hutan lindung dan hutan produksi yang memang akan mengalami kekeringan akan berpotensi terjadi kebakaran hutan yang luas terutama di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Print

Gambar Pendukung
Anomali tinggi muka air laut tahun 2015
Anomali tinggi muka air laut tahun 1997
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
Acara Kumpul Santai PTISDA Minggu pagi 30 Agustus 2015
 
Minggu, 30 Agustus 2015
(1) Jika kamu suka
  Acara Kumpul Santai PTISDA Minggu pagi 30 Agustus 2015
 
photo session ptisda
Rincian Berita
Dalam rangka mempererat tali kekeluargaan maka telah dilaksanakan Event tahunan PTISDA yang kali ini dilaksanakan dikediaman Dr.Agustan di
Hari : Minggu
Tanggal : 30 Agustus 2015
Waktu : Mulai pukul 10.00 WIB
Tempat : Kompleks Pakuan, Jl. Seruni II No. 19, Tajur - Bogor


acara diisi dengan berbagai kegiatan seperti Agustusan anak, barbeqyu dan acara lain yang dipandu oleh Duet Prabu-Doni selain itu acara ini juga diisi dengan diskusi cerdas yang dipimpin oleh Narasumber Utama : Bapak Oni Bibin Bintoro.
acara ini diakhiri dengan photo session dari staff ptisda dan keluarga dan juga pembacaan doa.
Print

Gambar Pendukung
photo session Ptisda
photo session ptisda
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
m Sadlee / BPPT / Rabu, 02 September 2015 08:46:30
acara ini wokeee.....bakar ikan......dll.
 
E-Sky Inovation
 
Kamis, 06 Agustus 2015
(4) Jika kamu suka
  E-Sky Inovation dan Kerangka Sampling Area (KSA) terpilih dalam produk 107 Inovasi Indonesia 2015.
 
Eye in the Sky
Rincian Berita

Inovasi baru dalam memprediksi dan monitoring padi menggunakan data besar pengideraan jauh (remote sensing big data) yang meliputi resolusi temporal, spektral, dan spasial tinggi, dengan metode heuristik.

Manfaat e-Sky Innovation yaitu :

1. Solusi yang tepat dan akurat untuk prediksi luas panen dan produksi panen menggantikan metode konvensional
2. Menyediakan informasi spasial mengenai jadual tanam, kebutuhan pupuk dan air, serta distribusi logistik beras lokal dan nasional


Print

Gambar Pendukung
Eye in the Sky
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
m sadly / BPPT / Kamis, 06 Agustus 2015 15:22:29
manstab...maju terus
 
Tim BPPT BELFOS berkoordinasi dengan SDI-KKP dan nelayan
 
Jumat, 03 Juli 2015
(1) Jika kamu suka
  Kegiatan ini hasil kerjasama dari USAID dengan BPPT. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 Juni 2015 hingga 4 Juli 2015.
 
Berkoordinasi dengan SDI-KKP. Foto dari ke kanan : M.Iqbal Habibie(BPPT), Ibu Ika(SDI-KKP), Heri(A2PHI), dan Dr Yudi Adityawarman(BPPT)
Rincian Berita

Kegiatan ini hasil kerjasama dari USAID dengan BPPT. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 Juni 2015 hingga 4 Juli 2015. Kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan BELFOS dengan mudah dan memperoleh data yang akurat, tepat dan cepat kepada pemerintah. Teknologi didesain dalam bentuk casing yang kedap air dengan monitor yang berlayar sentuh, keyboard dan juga menggunakan teknologi nirkabel (Wifi). Kegiatan ini memberikan pelatihan E-Logbook kepada nelayan dan pelabuhan di 3 tempat yang berbeda di Indonesia Timur yaitu Ambon, Sorong dan Bitung.
Di Ambon berlangsung pada tanggal 25 Juni 2015 - 27 Juli 2015, tim BPPT dan A2PHI berkoordinasi dengan SDI-KKP dan memberikan pelatihan BELFOS ke PT Aneka Sumber Tata Bahari (ASTB) dan nelayan. Setelah itu BELFOS diujicoba ketahanan saat berlayar di Teluk Ambon. Pelatihan dilaksanakan di Sorong berlangsung pada tanggal 30 Juni 2015 - 2 Juli 2015 dan dilanjutkan di Bitung berlangsung pada tanggal 2 Juli 2015 - 4 Juli 2015.
Print

Gambar Pendukung
Peserta nelayan dibitung sangat antusias
Pelatihan BELFOS Bitung
Pelatihan BELFOS nelayan Sorong
Sosialisasi dan koordinasi SDI-KKP Sorong
Ujicoba ketahanan BELFOS di Kapal KM Sumber Mas
Ujicoba BELFOS dengan PT Aneka Sumber Tata Bahari (ASTB) dan Nelayan
Berkoordinasi dengan SDI-KKP. Foto dari ke kanan : M.Iqbal Habibie(BPPT), Ibu Ika(SDI-KKP), Heri(A2PHI), dan Dr Yudi Adityawarman(BPPT)
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
BPPT-BBSLDP Kementrian Pertanaian kolaborasi studi Hyperspectral Tanaman Pangan (HyperMaize)
 
Selasa, 16 Juni 2015
(2) Jika kamu suka
  Sumberdaya alam merupakan komponen penting dalam penataan ruang dan pengelolaan wilayah. Bisa dibayangkan, dengan total panjang pantai sekitar 81.000 km dan puluhan ribu pulau yang tersebar dari Aceh sampai Papua, tak terbantahkan itu merupakan berkah bagi Indonesia.
 
BPPT-BBSLDP Kementrian Pertanian kolaborasi HyperMaize
Rincian Berita

Sumberdaya alam merupakan komponen penting dalam penataan ruang dan pengelolaan wilayah. Bisa dibayangkan, dengan total panjang pantai sekitar 81.000 km dan puluhan ribu pulau yang tersebar dari Aceh sampai Papua, tak terbantahkan itu merupakan berkah bagi Indonesia. Namun, sejauh ini masih begitu banyak sumberdaya alam Indonesia yang masih belum terjamah dan terinventarisasi dengan lengkap. Informasi keruangan terhadap sumber daya alam untuk skala regional, paling efektif diperoleh dari data atau citra satelit. Informasi yang diperoleh dari satelit mampu memberikan gambaran terkini secara tepat tentang kondisi tutupan muka bumi (lahan) dan bentuk geomorfologinya.
Khusus terkait dengan sektor pertanian, luas lahan pertanian di Indonesia pada tahun 2012 yang lalu diestimasi sekitar 41.18 juta hektar yang terdiri dari lahan persawahan 8.6 juta hektar, tegalan 12.28 juta hektar, ladang 5.4 juta hektar, dan lahan tidur seluas 14.9 juta hektar. Lahan pertanian yang terbatas ini menuntut upaya inovasi untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas. Salah satu upaya inovatif untuk mengestimasi dan memantau produktivitas tanaman pertanian (crop monitoring) adalah dengan menggunakan metode penginderaan jauh.
Kerjasama antara Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam-TPSA-BPPT dan BB Litbang Sumberdaya lahan pertanian telah berlangsung beberapa tahun terakhir, terutama untuk pemanfaatan teknologi penginderaan jauh pada lahan pertanian. Tahun ini kerjasama berlanjut pada studi penginderaan jauh maju Hyperspectral menggunakan alat Spektrometer SVC-HR 1024i dan LAI meter Li-Cor 2200 milik BBSLDP. Pemanfaatan teknologi hyperspectral ini bertujuan untuk pengembangan algorithma dalam mendeteksi fase tumbuh tanaman jagung.
Pelatihan penggunaan alat ini telah dilakukan di kantor BBSLDP Bogor dan uji coba alat pada lahan pertanian jagung di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Garut.
Print

Gambar Pendukung
BPPT-BBSLDP Kementrian Pertanian kolaborasi HyperMaize
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
Total Data : 115 / Halaman 1 dari 23
010203040506070809101112131415
161718192021222324

2015-09-01 | INTERAKSI MUSON, IOD DAN ENSO: APAKAH FENOMENA IKLIM GLOBAL SAAT INI SUDAH MENCAPAI PUNCAKNYA?
2015-08-30 | Acara Kumpul Santai PTISDA Minggu pagi 30 Agustus 2015
2015-08-06 | E-Sky Inovation
2015-07-03 | Tim BPPT BELFOS berkoordinasi dengan SDI-KKP dan nelayan
2015-06-16 | BPPT-BBSLDP Kementrian Pertanaian kolaborasi studi Hyperspectral Tanaman Pangan (HyperMaize)
2015-06-15 | Tim BELFOS BPPT AP2HI dan SDI-KKP
2015-06-13 | Pengujian alat tomografi di Banyuwangi - Gilimanuk
2015-06-10 | Penerapan Ground Penetrating Radar (GPR) untuk Identifikasi Perlapisan Tanah
2015-06-06 | Training INAHOR
2015-06-05 | Syukuran dan Silahturahmi
2015-06-01 | Serah terima Jabatan Kepala Bidang Pemodelan
2015-05-20 | Survey Spektral Tanaman Jagung di Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut
2015-05-02 | Penghargaan Inovator Teknologi
2015-04-07 | MORENA dalam Seminar Nasional
2015-04-01 | Diseminasi Hasil Kegiatan Joint Survei Biofisik dan Sosial Ekonomi
2015-03-25 | Pembangunan Ina-Sat untuk Kemaritiman.
2015-03-23 | Diseminasi hasil kegiatan ‘Joint survei sosial ekonomi masyarakat pesisir serta biofisik perairan dan implementasi fish finder di sekitar lokasi proyek DSLNG
2015-03-23 | Deteksi Fase Tumbuh Padi dengan Metode Terkini berbasis Teknologi Pemodelan Penginderaan Jauh dipresentasikan di Konferensi Internasional
2015-03-20 | Mendukung program Internasional CTI di manado
2015-03-19 | Kerjasama dengan Asisten Deputi Kewilayahan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Tim PTISDA BPPT mengikuti FGD BIG

 
Suasana penerimaan CPNS di lingkungan PTISDA
Hasil Prediksi Pertumbuhan tanaman Padi di Jawa Tahun 2014
pelatihan
Dr. Shuichi Mori dan Dr. Peiming WU bersama dengan staff lokal dari BPPT dan LAPAN
Application of remote sensing for agricultural drought monitoring in Indonesia (Prof. Wataru Takeuchi, University of Tokyo)
Bpk Dr. Muhammad Sadly,MEng di Spacebel BELGIA
Pengambilan Sample Air Laut dengan Botol Nansen
Apel siaga menghadapi erupsi Merapi seluruh pemangku kepentingan di DI Yogyakarta. (Foto: bpbd.slemankab.go.id)
Melakukan survei ke peternakan sapi
Presentasi SRISOFT (Dr. Sidik Mulyono)
Penghargaan Satlyalancana Wiryakarya
Komputer Operator
Monitoring dan Evaluasi Semester II
Poster MORENA
Tim BPPT bertemu dengan JICA
Penandatangan Kerjasama antara PTISDA dengan Donggi Senoro dalam rangka pemberdayaan masyarakat pesisir disekitar wilayah DSLNG
Inovator KSA dan BELFOS Foto dari kiri ke kanan : Bpk.Lena Sumargana (Inovator KSA), Bpk Dr.M.Sadly, Ibu Ilvi Fauziah C(Inovator BELFOS), Ibu Dr.Nani hendiarti, Bpk.Ir.Heri Sadmono, Bpk. Samsul bahri.
Presentasi dipresentasikan oleh Bpk Hari Priyadi,ST
SATREPS MPR
pelatihan
Copyright © 2014 PTISDA - GEOSTECH. All rights reserved.   BPP TEKNOLOGI