Pusat TISDA merupakan salah satu unit di BPPT yang bergerak di bidang Pengkajian Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam. PTISDA aktif dalam pengkajian dan penerapan teknologi di bidang Penginderan Jauh (Remote Sensing),Sumber daya Kelautan dan Pesisir, Sistem Informasi Geografis, Sistem Survey Terestris, dan Valuasi Sumber Daya Alam

Tentang Geostech
Berita
Produk
Fasilitas
Hubungi Kami
Dinamika Kunjungan
Har ini 89
Kemarin 673
Minggu ini 712
Bulan lalu 1035
Total Kunjungan 1128
 
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) membuka pendaftaran secara online seleksi CPNS 2014 melalui portal nasional Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
Para pelamar yang berminat bisa mengunjungi situs http://sscn.bkn.go.id dan https://panselnas.menpan.go.id/ untuk mendaftar dan mendapatkan informasi lainnya.

MITRA KERJA

RISTEK
Badan Informasi Geospasial
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

DINAMIKA KEGIATAN PTISDA

SARASEHAN POROS MARITIM
  Jumat, 12 September 2014
  "Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar menjadi jongos-jongos di kapal, bukan. Tetapi bangsa pelaut dalam arti kata cakrawati samudra. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri."
 
Sarasehan Membangun Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang Maju dan Mandiri digelar di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/9). Hadir sebagai pembicara mantan Panglima TNI Angkatan Laut Laksamana Agus Suhartono, Indroyono Soesilo, Sjarief Widjaja dan Sarwono Kusumaatmadja yang bercerita tentang kekuatan maritim Indonesia (Foto-foto: Dedy Istanto / http://www.satuharapan.com/).
Rincian Berita
"Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar menjadi jongos-jongos di kapal, bukan. Tetapi bangsa pelaut dalam arti kata cakrawati samudra. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri."

Bayangkan, kejahatan illegal fishing yang dilakukan oleh ribuan kapal asing (Cina, Vietnam, Thailand, Taiwan, dan lain-lain) terus saja marak terjadi. Data Badan Pemeriksa Kuangan (2013) menunjukkan, potensi pendapatan sektor perikanan laut kita jika tanpa illegal fishing mencapai Rp 365 trilun per tahun. Namun, akibat illegal fishing, menurut hitungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (2011), pendapatan tersebut hanya berkisar Rp 65 triliun per tahun. Jadi ratusan triliun rupiah devisa negara hilang setiap tahun.

Di samping itu, kita juga belum pandai memanfaatkan letak geografis Indonesia. Padahal, Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982 telah menetapkan tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai alur pelayaran dan penerbangan oleh kapal atau pesawat udara internasional. Ketiga ALKI tersebut dilalui 45% dari total nilai perdagangan dunia atau mencapai sekitar 1.500 dolar AS. Sayangnya, posisi geografi yang penting itu belum kita manfaatkan dengan baik. Terbukti, kita belum punya pelabuhan-pelabuhan transit bagi kapal niaga internasional yang berlalu lalang di 3 ALKI tadi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada masa kepemimpinannya sebenarnya telah meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi kelautan, namun masih perlu peningkatan dalam tataran implementasinya. Momentum suksesi kepemimpinan nasional, dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Terpilih Joko Widodo, merupakan saat yang tepat untuk merumuskan kembali kebijakan implementasi pembangunan Benua Maritim Indonesia secara menyeluruh dan terpadu.

Sarasehan ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi langkah-langkah strategis dan implementatif untuk pembangunan Indonesia yang berorientasi kelautan dan berbasis Iptek dalam rangka mewujudkan poros maritim dunia yang maju dan mandiri. Menampilkan para pakar yang kompeten di bidangnya, sarasehan ini diharapkan dapat merumuskan daya saing bangsa sebagai negara maritim yang kompetitif berbasis sumber daya alam, budaya, ilmu pengetahuan, dan geografi.

Kedaulatan Maritim Indonesia

Kelembagaan Kelautan-MENPAN

Presentasi Kelautan Dunia dan Posisi Indonesia - FAO

Visi Misi dan Program JKW - JK-Nasdem
Print

Gambar Pendukung
Direktur Sumberdaya Perikanan dan Akuakultur FAO - Roma Indroyono Soesilo selaku narasumber yang berbicara tentang kelautan dunia dan posisi Indonesia dalam acara sarasehan tentang maritim.(Foto-foto: Dedy Istanto / http://www.satuharapan.com/)
Sarasehan Membangun Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang Maju dan Mandiri digelar di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/9). Hadir sebagai pembicara mantan Panglima TNI Angkatan Laut Laksamana Agus Suhartono, Indroyono Soesilo, Sjarief Widjaja dan Sarwono Kusumaatmadja yang bercerita tentang kekuatan maritim Indonesia (Foto-foto: Dedy Istanto / http://www.satuharapan.com/).
 
Pelatihan peta interatif bebasis website
  Rabu, 10 September 2014
  Pengantar pemasukan database keruangan berbasis website, acara dilaksanakan oleh staf Balai Teknologi Lingkungan (Host), dan diwakili TEKSURLA, PTISDA, PTL, PTLWB, PTSM, sebanyak 16 peserta
 
Suasana Pelatihan
Rincian Berita
Peserta yang hadir sbb:
1. Rendi Handika
2. Ardila Yananto
3. Yosep Widi Nugraha
5. Fineza Ilova
6. Jubaidi Rohman
7. Tata Yudha
8. Nicko Widiyatmoko
9. Raditya Panji
10. Teguh
11. M. Iqbal H
12. Muh Miranda
13. Heru. D. W
14. Insan Nur S
15. Hari Priyadi
16. Azalea Eugenie
Print

Gambar Pendukung
Suasana Pelatihan
Suasana Pelatihan
 
Kunjungan Direktur ke BBSDLP
  Selasa, 02 September 2014
  Kunjungan Direktur dalam rangka sosialisasi kegiatan PTISDA
 
Presentasi SRISOFT (Dr. Sidik Mulyono)
Rincian Berita
Sosialisasi kegiatan PTISDA yang dimulai dengan sambutan dari Kepala BBSDLP Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr dan perkenalan staff BBSLDP dan staff PTISDA-BPPT.
Staf BBSDLP Bpk Rofik, Ibu Sasa, Bpk Syaiful, Bpk Wahyu, Dr. Edy Husein
BPPT. Bpk Direktur Dr. M Sadly, Dr. Sidik Mulyono, Dr. Agustan, Awaluddin, Hari Priyadi

Sosialisasi
SRISOFT (Dr. Sidik Mulyono)
WebGIS Aram (Awaluddin)
Print

Gambar Pendukung
Materi SRISOFT
Presentasi SRISOFT (Dr. Sidik Mulyono)
 
Presentasi Mahasiswa Kerja Praktik
  Selasa, 02 September 2014
  Pada hari ini, Selasa 2 September 2014 diadakan acara persentasi kegiatan Kerja Praktik di Ruang Rapat Neonet lantai 20 Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jalan MH.Thamrin Jakarta Pusat pada pukul 14.00-16.00 WIB.
 
Suasana Presentasi
Rincian Berita
Peserta Rapat Terdiri dari :
Nama: Gyastuti Wijaya Murti
Perguruan Tinggi: Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jurusan: Teknik Geomatika

Nama: T. Alfira Devy
Perguruan Tinggi: Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jurusan: Teknik Geomatika

Nama: Dhanu Prihantoro Trijayanto
Perguruan Tinggi: Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jurusan: Teknik Geomatika

Nama: Fathoni Sasmito Utomo
Perguruan Tinggi: Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jurusan: Teknik Geomatika

Kelompok pertama mengangkat permasalahan persebaran titik panas dengan studi kasus provinsi Riau, dan provinsi Kalimantan Selatan. Mereka menjelaskan bahwa titik panas (Hotspot) bisa diartikan sebagai suatu area yang memiliki suhu tertinggi dibandingkan area lain. Meski disebut titik panas, tidak seluruh hotspot adalah actual fire (api sebenarnya) di lapangan. Dan juga dijelaskan bahwa untuk mendapatkan titik panas, digunakan citra satelit dari satelit NOAA, karena satelit NOAA dinilai mampu digunakan untuk analisa titik panas, tidak berbayar, dan untuk pengunduhan datanya tidak perlu melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Para perserta menjabarkan apa saja kegiatan yang dilakukan selama kerja praktik dengan judul kegiatan “Perancangan Sistem Informasi Geografis Pengelolaan Sebaran Hotspot dan Sebaran Dispersi Asap Studi Kasus Provinsi Riau dan Kalimantan Selatan di Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT)”. Saat persentasi dilaksanakan, peserta yang hadir adalah kalangan dari staff neonet BPPT sebanyak 8 orang dan peserta kerja praktik lainnya yang berasal dari Universitas Diponegoro sebanyak 2 orang, Universitas Al-azhar Indonesia sebanyak 2 orang dan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebanyak 2 orang. Ringkasan jalannya persentasi adalah sebagai berikut :

a. Pembukaan dilakukan oleh Bapak Agustan
b. Persentasi dilakukan oleh peserta
c. Sesi Tanya jawab
d. Penutup

Tidak ada kendala yang berarti selama persentasi berlangsung. Peserta persentasi menjabarkan isi materi yang disampaikan hingga selesai dan banyak saran yang membangun diberikan oleh bapak-bapak dan ibu-ibu di Neonet BPPT. Demikian berita acara ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Kelompok kedua menjelaskan bahwa mereka akan melakukan analisa persebaran klorofil yang nantinya akan digunakan untuk mengetahui persebaran zona pancing (Fishing Ground) dengan studi kasus pulau Bengkalis.

Dari praktik lapangan ini diharapkan mahasiswa dapat mengerti prosedur mulai dari persiapan, pengolahan, hingga analisa. Paling tidak pada ruang lingkup permasalahan yang mereka angkat. Dan juga diperlukan pemahaman dasar teori yang baik agar mahasiswa dapat lebih mengembangkan dasar pemikiran dari permasalahan tersebut. Presentasi yang rutin dilakukan inipun juga untuk melatih para mahasiswa untuk terbiasa berbicara di depan umum.
Print

Gambar Pendukung
Suasana Presentasi
Suasana Presentasi
Suasana Presentasi
Suasana Presentasi
 
Survey KAPET ke Provinsi Aceh
  Sabtu, 30 Agustus 2014
  Survei KAPET ke Provinsi Aceh dilaksanakan dari tanggal 26 Agustus 2014 - 29 Agustus 2014
 
Koordinasi dengan pak Salahudin dari KAPET Aceh
Rincian Berita
Survei KAPET ke Provinsi Aceh dilaksanakan dari tanggal 26 Agustus 2014 - 29 Agustus 2014. Survei ini kelanjutan dari kerjasama Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementrian perekonomian.Adapun tim yang berangkat adalah Bpk. Dr Roni Bishry, Bpk Wisnu Ali Martono dan Bpk Asep Dadang.

Komoditas unggulan KAPET BAD (Badan Aceh Darussalam)

Selasa tanggal 26 Agustus 2014
Koordinasi dengan pak Salahudin dari KAPET Aceh
Kota Banda Aceh komoditas unggulannya adalah Pariwisata.di Lampulo
Kabupaten Aceh Besar komoditasnya adalah sapi,perikanan, pertanian,untuk tambahan Kabupaten Sabang di luar KAPET dengan 2 Kecamatan yang berpenduduk kurang lebih 30.000 orang, komoditas utamanya adalah pariwisata dan pelabuhan bebas, tetapi masih ada hubungan bisnis dengan Aceh, sebagai outletnya Sabang dan inlet juga sebagai transitnya Sabang
Kabupaten Pidi komoditasnya adalah kakao,Kementerian Perindustrian memfasilitasi komoditas rotan dan budidaya rotan belum ada, lumbung padi Aceh melihat harga padi di pertanian jadi harus ada sharing lain dan pola ekonominya import kalau exportnya orang lain.
Promosi Pariwisata Banda Aceh kurang dibanding Medan, harus ada sharing dari pusat harus adanya masterplan maximum juga harus dipertajam sebagai komoditas unggulan
Komoditas Pertanian (padi,palawija)
Penajaman komoditas unggulan (sapi,kakao,kopi,kelapa,beras) kalau pariwisata di luar penajaman komoditas utama


Rabu tanggal 27 Agustus 2014
Melakukan Koordinasi dengan kepala BAPPEDA Aceh tentang pengkajian penajaman unggulan Pariwisata dan perikanan tangkap.Kunjungan ke pelabuhan ikan Lampulo

Kamis tanggal 28 Agustus 2014
Melakukan koordinasi dengan Kepala BAPPEDA dan survey lapangan meninjau perkebunan kakao dan kopi juga melakukan wawancara dengan petani kakao sekaligus petani kopi, produksinya kurang optimal disebabkan adanya hama (penggerek batang, penggerek dahan,tupai, monyet dan babi)

Jumat tanggal 29 Agustus 2014
Melakukan Koordinasi dan survey lapangan di Kecamatan Jantho ke Perikanan budaya ikan tawar (ikan nila gift, ikan mas dan ikan tuna), ke peternakan sapi, ke Bendungan dan ke Pelabuhan Perikanan tangkap.



Print

Gambar Pendukung
Perikanan budaya ikan tawar (ikan nila gift, ikan mas dan ikan tuna)
Melakukan survei ke peternakan sapi
Kakao
Kunjungan ke Kantor BAPPEDA Pidie
Kunjungan ke Kantor BAPPEDA Banda Aceh
Kunjungan ke Kantor BAPPEDA Banda Aceh
Koordinasi dengan pak Salahudin dari KAPET Aceh
 
Total Data : 72 / Halaman 1 dari 15
010203040506070809101112131415

2014-09-12 | SARASEHAN POROS MARITIM
2014-09-10 | Pelatihan peta interatif bebasis website
2014-09-02 | Kunjungan Direktur ke BBSDLP
2014-09-02 | Presentasi Mahasiswa Kerja Praktik
2014-08-30 | Survey KAPET ke Provinsi Aceh
2014-08-28 | Pelatihan Geo-Network
2014-08-24 | Workshop BMKG
2014-08-17 | Penghargaan Satlyalancana Wiryakarya
2014-08-17 | Survei KAPET di Pare-Pare
2014-05-16 | SURVEI KWALITAS PERAIRAN LOMBOK – NTB DAN SEKITARNYA
2014-05-09 | SEEA-AGRI, Optimalkan Penggunaan Sumberdaya Alam
2014-04-18 | Peresmian SI-Jawah di Balai SABO
2014-03-22 | Rekayasa Teknologi Kebencanaan: Frekuensi Radio Siap Gantikan Koneksi Internet Kala Infrastruktur Komunikasi Lumpuh
2014-03-21 | BPPT Kembangkan Alat Komunikasi Penanggulangan Bencana
2014-03-20 | Final workshop Joint Airborne Synthetic Aperture Radar Campaign
2014-03-14 | Stakeholder Meeting in Indonesia, March 3, 2014
2014-03-11 | Menyambut Penerimaan CPNS di PTISDA
2014-02-20 | Serah terima jabatan Kepala Bidang TASDA'
2014-01-15 | New Hope in Solidity
2013-12-23 | Pakar Remote Sensing yang Low Profile

Nusantara Earth Observation Network
Gedung I BPPT Lantai 20
Jl. MH. Thamrin No 8 Jakarta 10340, Indonesia
Telpon: +62-21-3169010, Fax: +62-21-3906162
Email: neonet.bppt@gmail.com
Website: http://neonet.bppt.go.id, Blog: http://blogneonet.wordpress.com
 
Fledermaus
AWS Siberut
Serah terima jabatan Kepala Bidang Akuntansi Sumber Daya Alam yang baru menggantikan Kepala Bidang Tasda lama
Penampilan SiJampang di TVRI
International Workshop SATREPS
Peluncuran Produk Inovasi TISDA
Application of remote sensing for agricultural drought monitoring in Indonesia (Prof. Wataru Takeuchi, University of Tokyo)
Suasana Presentasi
Indroyono Soesilo
Pengambilan Sampel Plankton dengan Planktonet
Forum Group Discussion Teknologi Kebumian
Peralatan Survei yang akan digunakan
Kejadian Bencana Bajir di Parigi Moutong
foto selama harimau ber-workshop
Introduction to SAFE initiative (Mr. Tomoyuki Nukui, EORC/JAXA)
Kondisi Perairan
Tim KLHS PTISDA(Bapak Wisnu Ali dan Bpk Rony Bishry - sebelah kanan)
Survei WP 2.1 : Pemrosesan Data Spasial dan Validasi model -2
Presentasi dipresentasikan oleh Bpk Hari Priyadi,ST
Forum Group Discussion Teknologi Kebumian
Copyright © 2014 PTISDA - GEOSTECH. All rights reserved.   BPP TEKNOLOGI