PTPSW merupakan salah satu unit di BPPT yang bergerak di bidang Pengkajian Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam. PTPSW aktif dalam pengkajian dan penerapan teknologi di bidang Penginderan Jauh (Remote Sensing),Sumber daya Kelautan dan Pesisir, Sistem Informasi Geografis, Sistem Survey Terestris, dan Valuasi Sumber Daya Alam

Tentang Geostech
Berita
Produk
Fasilitas
Hubungi Kami

CUACA TERKINI


BPPT TWITTER


DINAMIKA KUNJUNGAN

Har ini 170
Kemarin 1043
Minggu ini 1521
Bulan lalu 2337
Total Kunjungan 78303
     
 

MITRA KERJA

RISTEK
Badan Informasi Geospasial
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
 
While Designer handbags I can’t say that I’ve taken the time to use the slide-rule, I do love turning the smooth bezel,and the dial legibility (as well as luminant) have been surprisingly good. I also Replica Rolex watches happen to find the gold print on the black dial to be sort of cool on this 18k red gold model.

DINAMIKA KEGIATAN PTPSW

Pra Rapat Kerja PTPSW 2017
 
Kamis, 02 Februari 2017
(0) Jika kamu suka
  Pra rapat kerja PTPSW 2017 terlaksana selama 2 hari yaitu pada hari Rabu – Kamis (1-2 Februari 2017) di ruang Cakrawala Gedung Geostech Puspiptek-Serpong.
 
Rincian Berita
Telah terlaksana pra rapat kerja PTPSW 2017 selama 2 hari yaitu pada hari Rabu – Kamis (1-2 Februari 2017) di ruang Cakrawala Gedung Geostech Puspiptek-Serpong. Acara ini dilaksanakan dengan tema Bersama kita hasilkan inovasi dan layanan teknologi yang berkualitas. Pembukaan acara pada hari pertama oleh Ibu Mutia Djoharin sebagai ketua panitia Praraker 2017, dilanjutkan dengan sambutan oleh direktur PTPSW dan deputi TPSA. Acara dilanjutkan dengan acara utama yaitu paparan dari Narasumber yaitu Pak Wahyunto mengenai pemetaan lahan gambut di Indonesia. Paparan menjelaskan pendahuluan dan pengertian lahan gambut, indikasi keberadaan lahan gambut, sampai dengan pemetaan lahan gambut di Indonesia. Paparan ini dilanjutkan dengan sharing dengan personil PTPSW sampai dengan pukul 12.30. Acara pada hari pertama dilanjutkan dengan perumusan pokok kerja (POKJA) yang dibagi atas 3 tim pokja. Tim Pokja 1 yang membahas mengenai kegiatan DIPA dengan ketua Bapak Agustan, Tim Pokja 2 yang membahas mengenai kegiatan non DIPA dengan ketua Bapak Sidik dan Tim Pokja 3 yang membahas mengenai kegiatan penunjang seperti laboratorium dan hal hal lain yang menunjang kinerja pegawai PTPSW.
Pra rapat kerja hari ke-2 diawali dengan melanjutkan kegiatan perumusan pokja yang telah dibahas agar siap dipresentasikan di hadapan direktur PTPSW dan seluruh pegawai PTPSW, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari masing-masing Pokja. Direktur PTPSW menginstruksikan untuk final perumusan pokja dapat dipaparkan pada Raker PTPSW pada bulan Maret 2017.
Print

Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
Rapat Koordinasi Penghitungan Produksi Padi di Setwapres
 
Kamis, 19 Januari 2017
(0) Jika kamu suka
  Kamis, tanggal 19 Januari 2017 telah dilaksanakan rapat tentang Perbaikan Data Produksi Beras bertempat di Sekretariat Wakil Presiden dan dipimpin oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan.
 
Rincian Berita
Pada hari Kamis tanggal 19 Januari 2017 telah dilaksanakan rapat tentang Perbaikan Data Produksi Beras bertempat di Sekretariat Wakil Presiden dan dipimpin oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan. Rapat yang dihadiri Kepala Badan dan Eselon I/II dari BPS, BIG, LAPAN, Kementan, Kementerian ATR/BPN, Bappenas, BPPT dan Ketua forum Masyarakat Statistik membahas persiapan Rapat Terbatas yang akan membicarakan perbaikan data produksi beras Indonesia yang ditenggarai oleh Bapak Wapres data saat ini terlalu besar. Dalam Rapat tsb telah diputuskan untuk dibahas lebih lanjut hal-hal berikut : penetapan luas lahan baku, penetapan luas panen, penetapan produktivitas dan survey konversi Gabah menjadi Beras. Telah dibagi tugas K/L mana saja bertugas dalam pokja yang membahas empat topic tersebut. Masing-masing kelompok akan mengadakan rapat pada minggu ini dan pada Senin tanggal 30 Januari 2017 akan dilaksanakan lagi rapat di Setwapres. BPPT ditugaskan untuk terlibat dalam topic penetapan luas panen dan penetapan produktivitas.
Print

Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
Penandatangan Kontrak dengan Badan Pusat Statistik
 
Selasa, 17 Januari 2017
(0) Jika kamu suka
  Telah ditandatangani Perjanjian kerjasama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan BPPT pada tanggal 17 Januari 2017 bertempat di Gedung II BPPT lantai 8.
 
Rincian Berita
Telah ditandatangani Perjanjian kerjasama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan BPPT pada tanggal 17 Januari 2017 bertempat di Gedung II BPPT lantai 8. Kerjasama yang ditandatangani oleh PPK Program/Kegiatan Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik BPS dan Kepala Pusat Pelayanan Teknologi BPPT ini tentang Penyusunan Kerangka Sampel Area (KSA) di Seluruh Indonesia yang dibagi dalam dua kontrak terbagi atas lokasi Pulau Jawa dan di Luar Pulau Jawa. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan KSA, pembaruan system komunikasi, pembaruan situs web, pembangunan system geotagging, pembangunan model image pattern recognition, penyusunan juknis survey lapangan dan pelaporan.
Print

Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
Press-Release PELUNCURAN DAN DISEMINASI PRODUK INOVASI TEKNOLOGI “ SIKBES-Ikan “
 
Kamis, 22 September 2016
(0) Jika kamu suka
  Visi Presiden RI ke-7 menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Agenda pembangunan untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia ini memiliki lima pilar utama. Salah satu pilar (Pilar ke 2) menyebutkan “menjaga dan mengelola sumberdaya laut, dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, melalui pengembangan industri perikanan, dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. Kekayaan maritim ini akan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat”. Indonesia adalah negara maritim yang memiliki sumberdaya kelautan sangat besar, terutama potensi perikanan. Pengelolaan penangkapan ikan laut yang baik dan seimbang memerlukan informasi potensi sumberdaya ikan laut yang baik dan akurat. Pertanyaan penting yang harus bisa dijawab adalah: ”bagaimana strategi mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan bagaimana peran Teknologi dalam mengelola sumberdaya kelautan secara berkelanjutan?.
 
Rincian Berita
Visi Presiden RI ke-7 menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Agenda pembangunan untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia ini memiliki lima pilar utama. Salah satu pilar (Pilar ke 2) menyebutkan “menjaga dan mengelola sumberdaya laut, dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, melalui pengembangan industri perikanan, dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. Kekayaan maritim ini akan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat”. Indonesia adalah negara maritim yang memiliki sumberdaya kelautan sangat besar, terutama potensi perikanan. Pengelolaan penangkapan ikan laut yang baik dan seimbang memerlukan informasi potensi sumberdaya ikan laut yang baik dan akurat. Pertanyaan penting yang harus bisa dijawab adalah: ”bagaimana strategi mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan bagaimana peran Teknologi dalam mengelola sumberdaya kelautan secara berkelanjutan?.

Untuk itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (dalam hal ini Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah/PTPSW, Kedeputian Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam) melakukan suatu terobosan baru (Pendekatan baru di Indoesia), yaitu membangun sistem model prediksi lokasi potensi keberadaan ikan (fishing ground) jenis ikan pelagis ekonomis, beserta perhitungan nilai ekonominya menggunakan pendekatan integrasi antara metode sistem pakar (Knowledge-Based Expert System/KBES), Penginderaan Jauh (Remote Sensing), Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS). Model yang dikembangkan ini dinamakan perangkat lunak “SIKBES-ikan”, atau Sistem penjejak ikan nan cerdas (intelligent fish tracker). Aplikasi SIKBES-ikan ini dapat memberikan manfaat besar bagi para nelayan yang bergerak dalam produksi penangkapan ikan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan produksi dari suatu proses produksi penangkapan ikan di suatu wilayah perairan; Memberikan manfaat secara luas dalam proses pengelolaan sumberdaya perikanan di perairan nusantara, khususnya dalam pemetaan daerah-daerah potensial ikan-ikan pelagis ekonomis penting, sehingga pada akhirnya dapat dijadikan sebagai landasan kebijakan dalam menyusun suatu program pengelolaan sumberdaya perikanan laut skala nasional; Dapat diaplikasikan dalam berbagai sektor selain sumberdaya kelautan

Sistem SIKBES-ikan mampu menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut: (a). Dimana posisi (koordinat) FG yang terdeteksi ?; (b). Berapa jarak dari pos pendaratan ikan ke titik FG ?; (c). Jenis armada / kapal (tonase) apa yang layak digunakan ?; (d). Berapa lama waktu tempuh dan arah (haluan) dari pos pendaratan ikan ke titik FG ?; (e). Jenis alat tangkap apa yang layak digunakan ?; (f). Prasarana penunjang apa yang harus diengkapi ?; (g). Jenis ikan apa yang kemungkinan menjadi target tangkapan ?; (h). Berapa besar modal yang harus dikeluarkan ?; (i). Berapa besar biaya operasional yang harus dikeluarkan ?; (j). Berapa besar produksi tangkapan yang akan dihasilkan?; (k). Berapa kemungkinan keuntungan yang akan diperoleh ?; (l). Alternatif mana yang yang paling menguntungkan untuk dilakukan penangkapan ?; (m). Berapa besar bagi hasil keuntungan untuk setiap kelompok orang yang terlibat ?; (n). Kearah mana kemungkinan titk FG akan bergerak ?; (o). Bagaimana kondisi arus laut pada titik FG yang ditemukan ?.

BPPT bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Direktorat Tata Ruang Laut), telah mengimplementasikan sistem SIKBES-ikan di beberapa wilayah perairan di NKRI (Imlementasi pada lebih dari 75% wilayah perairan Indonesia/sekitar 19 Wilayah Perairan NKRI), termasuk implementasi di wilayah perairan pulau pulau terdepan NKRI (P. Natuna, P. Nipah). Sebagai contoh, Imlementasi SIKBES-ikan di Perairan Banggai dan sekitarnya Provinsi Sulawesi Tengah. Dari hasil implementasi diperoleh sebaran Fishing Ground (FG) bulanan dari tahun 2007-2014 (7 tahun) dan dapat diprediksi waktu Fluktuasi densitas FG bulanan (Pada bulan Juli dan Agustus memiliki densitas kelimpahan FG terbesar). Dari hasil perbandingan antara hasil observasi dengan hasil pengukuran berbasis citra satelit, diperoleh akurasi diatas 93 %.

Sistem SIKBES-ikan juga dirancang berbasis online (dapat diakses pada “Aplikasi Online SIKBES-ikan: http://tisda.bppt.go.id/sikbes”), mampu menyediaan informasi yang cepat (mudah di akses), akurat serta tepat guna mengenai daerah penangkapan ikan (fishing ground); informasi mengenai potensi lestari perikanan, kondisi lingkungan dan habitat ikan suatu perairan untuk menghidari ekploitasi sumberdaya ikan yang berlebih (overfisihing) agar bisa membantu untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan selektivitas dalam Operasi Penangkapan Ikan (OPI) untuk ikan pelagis penting baik skala lokal maupun regional.
Print

Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
UJI COBA UAV KE-2 DI GEOSTECH
 
Rabu, 13 April 2016
(2) Jika kamu suka
 


Uji coba UAV ke-2 dilaksanakan pada Kamis, 8 April 2016 pagi dan sore hari. Uji coba disampaikan oleh instruktur UAV dari APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia) kepada WP 1.1. dalam rangka persiapan survai pengamatan fase tumbuh tanaman jagung di lahan demplot Balai Besar Bigoen - Bogor. UAV yang digunakan adalah tipe ‘custom H’ dengan 4 copter dan lama terbang 30 menit. Uji coba pagi dilakukan manual menggunakan remote control. Uji ini memastikan fungsi gimbal berjalan baik sekaligus memotret lahan sawah di kawasan Geostech dengan sensor TETRACAM SNAP. Beberapa kecepatan dan ketinggian terbang dicoba. Isi batre UAV saat terbang dicek menggunakan perangkat wireless sehingga setiap saat penurunan kapasitas isi batre bisa dipantau tepat. Uji coba dilakukan selama sekitar 20 menit. Saat full kapasitas baterai 8000 mah adalah 4 volt. Kondisi minimum kapasitas baterai tidak boleh lebih kecil dari 3.5 volt saat terbang. Sebagian peserta diberikan kesempatan untuk menavigasikan UAV melalu remote control.

 
Tim WP 1.1 bersama dengan instruktur UAV dari APDI melakukan uji coba UAV tipe ‘custom H’ dengan 4 copter.
Rincian Berita

Uji terbang UAV sesi sore menggunakan ‘mission planner’. UAV dinavigasikan melalui perencanaan terbang yang di rancang di komputer menggunakan perangkat lunak DJI Mission Planner. Setting rencana terbang meliputi area misi (persawahan di Geostech), tinggi terbang (75 m dr tanah), focal lenght camera (8.3), kecepatan terbang (4 m/detik), overlap antar tiap data foto/citra (75%). Dari settingan ini dapat diketahui berapa jalur terbang (6 line), dan berapa lama misi terbang (8 menit). Data rencana terbang ini selanjutanya dikirim ke unit UAV. Setelah dikirim melalui komputer UAV diperintah untuk melakukan misi terbang. Hasil uji ini kurang sempurna karena kendala teknis dimana sensor TETRACAM tidak bisa merekam gambar sesuai setting. Karena hujan uji coba drone dihentikan dan akan dilanjutkan Kamis 14 April 2016. Saat itu peserta juga akan belajar menjadi pilot UAV seri DJI tipe Phantom menggunakan remote control. Tipe Phantom dipilih karena relatif lebih mudah digunakan oleh pemula.

Print

Gambar Pendukung
Tim WP 1.1 bersama dengan instruktur UAV dari APDI melakukan uji coba UAV tipe ‘custom H’ dengan 4 copter.
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
Total Data : 126 / Halaman 1 dari 26
010203040506070809101112131415
1617181920212223242526

2017-02-02 | Pra Rapat Kerja PTPSW 2017
2017-01-19 | Rapat Koordinasi Penghitungan Produksi Padi di Setwapres
2017-01-17 | Penandatangan Kontrak dengan Badan Pusat Statistik
2016-09-22 | Press-Release PELUNCURAN DAN DISEMINASI PRODUK INOVASI TEKNOLOGI “ SIKBES-Ikan “
2016-04-13 | UJI COBA UAV KE-2 DI GEOSTECH
2016-04-12 | PENINJAUAN PENANAMAN JAGUNG DI LOKASI SURVEI UAV DI BALAI BESAR BIOGEN KEMENTAN BOGOR
2016-04-11 | KARYA INOVASI PTPSW TERPILIH DALAM 107 INOVASI INDONESIA TAHUN 2015
2016-04-11 | SURVEY POSISI PENEMPATAN ALAT AKUSTIK TOMOGRAFI PANTAI DI SELAT BALI DAN SELAT LOMBOK
2016-03-30 | PERTEMUAN UNTUK MEMBAHAS KERJASAMA DENGAN MIDORI ENGINEERING
2016-03-29 | RAPAT KOORDINASI SERTA UJI COBA PENGUKURAN TANAMAN JAGUNG DENGAN MENGGUNAKAN SPECTROMETER DAN LEAF AREA INDEX (LAI) DI BBSDLP BOGOR
2016-03-28 | SOSIALISASI HASIL PENGAMATAN INTENSIF PRE-YMC (YEARS OF THEMARITIME CONTINENT)
2015-09-01 | INTERAKSI MUSON, IOD DAN ENSO: APAKAH FENOMENA IKLIM GLOBAL SAAT INI SUDAH MENCAPAI PUNCAKNYA?
2015-08-30 | Acara Kumpul Santai PTISDA Minggu pagi 30 Agustus 2015
2015-08-06 | E-Sky Inovation
2015-07-03 | Tim BPPT BELFOS berkoordinasi dengan SDI-KKP dan nelayan
2015-06-16 | BPPT-BBSLDP Kementrian Pertanaian kolaborasi studi Hyperspectral Tanaman Pangan (HyperMaize)
2015-06-15 | Tim BELFOS BPPT AP2HI dan SDI-KKP
2015-06-13 | Pengujian alat tomografi di Banyuwangi - Gilimanuk
2015-06-10 | Penerapan Ground Penetrating Radar (GPR) untuk Identifikasi Perlapisan Tanah
2015-06-06 | Training INAHOR

 
Speech Dr Nani Hendiarti
Bpk Dr. Muhammad Sadly,MEng di Spacebel BELGIA
Introduction to SAFE initiative (Mr. Tomoyuki Nukui, EORC/JAXA)
Foto bersama dengan Prof. Ir. Suwardji, M.App.Sc.,Ph.D
Serah Terima Jabatan
Survei WP 2.1 : Pemrosesan Data Spasial dan Validasi model -4
Tampilan Spektral Index Smoothing EVI Hypersrisoft dengan batas wilayah Karawang
Suasana penerimaan CPNS di lingkungan PTISDA
Dr. M Thierry(Managing Director) dan Bpk Dr. Muhammad Sadly,MEng dengan Satelit Mikro PROBE V(140 kg) di Spacebel
Bpk. Ir Sidik Mulyono MEng menjelaskan diseminasi kegiatan di BPPT
Alm Retno
Tampilan INAHOR
Penandatangan Kerjasama antara PTISDA dengan Donggi Senoro dalam rangka pemberdayaan masyarakat pesisir disekitar wilayah DSLNG
tim PTPSW melakukan pengukuran Leaf Area Index LAI
Kejadian Bencana Bajir di Parigi Moutong
Diseminasi
SATREPS (FoS) Workshop and Launching of Multi Parameter Radar and INA TRITON Buoy “Bring Maritime Continent Center of Excellence to Society”
diskusi antara tim PTPSW BPPT dengan BB Biogen Bogor
Penyajian dan penjelasan produk kepada peserta
Ujicoba BELFOS dengan PT Aneka Sumber Tata Bahari (ASTB) dan Nelayan
Copyright © 2014 PTPSW - GEOSTECH. All rights reserved.   BPP TEKNOLOGI