Pusat TISDA merupakan salah satu unit di BPPT yang bergerak di bidang Pengkajian Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam. PTISDA aktif dalam pengkajian dan penerapan teknologi di bidang Penginderan Jauh (Remote Sensing),Sumber daya Kelautan dan Pesisir, Sistem Informasi Geografis, Sistem Survey Terestris, dan Valuasi Sumber Daya Alam

Tentang Geostech
Berita
Produk
Fasilitas
Hubungi Kami

CUACA TERKINI


DINAMIKA KUNJUNGAN

Har ini 56
Kemarin 399
Minggu ini 874
Bulan lalu 2473
Total Kunjungan 25553
     
 

MITRA KERJA

RISTEK
Badan Informasi Geospasial
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

DINAMIKA KEGIATAN PTISDA

Penghargaan Inovator Teknologi
 
Sabtu, 02 Mei 2015
(1) Jika kamu suka
  Dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 pada Hari Sabtu,2 Mei 2015 dengan tema " Dengan Hardiknas Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi,Riset, Dan Inovasi Untuk Mendukung Daya Saing Bangsa".Dalam acara ini melaunching Produk Inovasi dan juga memberikan Sepuluh inovator meraih penghargaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Penghargaan diberikan Menteri Ristek dan Dikti Muhammad Nasir
 
Inovator KSA dan BELFOS Foto dari kiri ke kanan : Bpk.Lena Sumargana (Inovator KSA), Bpk Dr.M.Sadly, Ibu Ilvi Fauziah C(Inovator BELFOS), Ibu Dr.Nani hendiarti, Bpk.Ir.Heri Sadmono, Bpk. Samsul bahri.
Rincian Berita

Dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 pada Hari Sabtu,2 Mei 2015 dengan tema " Dengan Hardiknas Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi,Riset, Dan Inovasi Untuk Mendukung Daya Saing Bangsa". Dalam acara ini melaunching Produk Inovasi dan juga memberikan Sepuluh inovator meraih penghargaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Penghargaan diberikan Menteri Ristek dan Dikti Muhammad Nasir.

Mereka antara lain yaitu Lena Sumargana pencipta kerangka sampel area, Ilvi Fauziah Cahyaningtyas membuat Boxed Electronic Logbook for Fisheries Observation System (BELFOS) dari BPPT-PTISDA . Tak kalah dari Kedeputian TPSA : M Abdul Kholiq dari BPPT, penemu bioremediasi cemaran minyak; Heru Dwi Wahyono dari BPPT, pencipta sistem informasi bahan berbahaya beracun dan pencemar organik persisten; Bayu Budiman dari BPPT dengan inovasi perekam level air otomatis (AWLR); dan instansi lainnya yaitu Muhammad Nur Yuniarto dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan karyanya IQUTech-e unit pengendali mesin injeksi; Arjon Turnip dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, pencipta sistem kontrol berbasis brain computer interface dengan sinyal biofeedback; Gede Bayu Suparta dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pencipta perangkat Radiografi Digital; Teuku Faisal Fathani dari UGM dengan inovasi deteksi dini longsor; serta Eni Harmawani dari UGM, pencipta sistem produksi glukomanan bagi produk pangan.
Print

Gambar Pendukung
Inovator Kedeputian TPSA. Foto dari kiri ke kanan : -, -, Bayu Budiman(PTSDM TPSA), Arjon Turnip(LIPI), Heru Dwi Cahyono(PTL TPSA), M Abdul Kholiq(BTL TPSA), Ilvi Fauziah C(PTISDA TPSA), Lena Sumargana(PTISDA TPSA)
Inovator KSA dan BELFOS Foto dari kiri ke kanan : Bpk.Lena Sumargana (Inovator KSA), Bpk Dr.M.Sadly, Ibu Ilvi Fauziah C(Inovator BELFOS), Ibu Dr.Nani hendiarti, Bpk.Ir.Heri Sadmono, Bpk. Samsul bahri.
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
MORENA dalam Seminar Nasional
 
Selasa, 07 April 2015
(3) Jika kamu suka
 
PTISDA mengikuti Seminar Nasional "Peranan Geografi Dalam Mendukung Kedaulatan Pangan" dengan mengirimkan makalah dengan judul Pembangunan Model Akuntansi Sumberdaya Alam (Morena). Acara berlangsung di Aula Utama, Gedung S lantai 2 Badan Informasi Geospasial (BIG), Cibinong pada tanggal 7 April 2015.
 
Seminar Nasional "Peranan Geografi dalam mendukung Kedaulatan Pangan"
Rincian Berita

Seminar Nasional yang diselenggarakan BIG tahun 2015 dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) dan dalam rangkaian acara Hari Bumi yang disinergikan dengan Pertemuan Ikatan Geograf Indonesia (IGI). Pada kesempatan kali ini, PTISDA yang diwakili oleh bidang TASDA mengirimkan makalah tentang Model Akuntansi Sumberdaya Lahan Sawah (Morena). Morena merupakan sistem informasi geografis (GIS) berbasis web yang dikembangkan untuk menghitung secara kuantitatif potensi terjadinya alih fungsi lahan sawah menjadi peruntukan lain (kawasan permukiman dan industri) berdasarkan nilai sewa netto (nett-rent) lahan sawah yang dibandingkan dengan nilai sewa netto kawasan permukiman atau industri hasil alih fungsi lahan sawah.
Seminar ini memuat materi tentang:
  1. Remote Sensing dan GIS untuk Kedaulatan Pangan;
  2. Penyelenggaraan dan Integrasi IG untuk Kedaulatan Pangan;
  3. Penataan Ruang Wilayah Darat dan Laut dan Neraca Sumberdaya;
  4. Perkembangan Penggunaan Lahan Pertanian dan Teknologinya;
  5. Keanekaragaman Pangan Berbasis Kearifan Lokal.
Dan dihadiri oleh:
  1. Anggota Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) Kementerian dan Lembaga;
  2. Anggota Ikatan Geografi Indonesia (IGI), Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN), Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), Himpunan Peneliti Indonesia (HIMPENINDO), ISOI, HAPPI, dll;
  3. Praktisi, akademisi, kalangan industri bidang informasi geospasial.

Selain materi diatas, diperkenalkan juga tanaman hidroponik oleh Bertha Suranto yang dapat menjadi salah satu solusi keterbatasan lahan di Indonesia.

Print

Gambar Pendukung
MORENA
Poster MORENA
Nett Rent Morena
Seminar Nasional "Peranan Geografi dalam mendukung Kedaulatan Pangan"
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
Diseminasi Hasil Kegiatan Joint Survei Biofisik dan Sosial Ekonomi
 
Rabu, 01 April 2015
(4) Jika kamu suka
  Hasil kegiatan joint survey biofisik dan social ekonomi di Kabupaten Banggai telah disampaikan kepada jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai dalam acara diseminasi yang telah dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2015 bertempat di Kantor Bupati Kab. Banggai.
 
Diseminasi
Rincian Berita

Hasil kegiatan joint survey biofisik dan social ekonomi di Kabupaten Banggai telah disampaikan kepada jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai dalam acara diseminasi yang telah dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2015 bertempat di Kantor Bupati Kab. Banggai. Acara diseminasi ini dipimpin oleh Wakil Bupati Banggai, pejabat-pejabat Bappeda, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta camat dari wilayah studi kegiatan ini yaitu dari Nambo, Kintom dan Batui. Hasil kegiatan disampaikan oleh tim BPPT. Selain itu, acara ini dihadiri pula oleh pihak Donggi Senoro LNG.

Secara garis besar acara dalam diseminasi ini adalah seperti di bawah ini:
1.Pembukaan oleh Wakil Bupati Banggai
2.Sambutan dari BPPT yang disampaikan oleh Dr. Nani Hendiarti
3.Sambutan dari Biro Perencanaan BPPT yang disampaikan oleh Ir. Nasrul
4.Presentasi mengenai Survei Biofisik oleh Yoke Faizal, M.Si
5.Presentasi mengenai survei sosek oleh Dr. Yudi Adityawarman
6.Diskusi
7.Penutup


Pokok-pokok bahasan dalam diseminasi adalah sebagai berikut:
1.Berdasarkan hasil survei dan analisis data, terlihat bahwa sebenarnya teknologi bukanlah prioritas pertama. Hasil temuan tim BPPT menujukkan bahwa perihal peningkatkan kapasitas masyarakat kab. Banggai menempati prioritas pertama yang harus dilakukan dalam upaya agar kesejahteraan masyarakat pesisir bisa meningkat. Meskipun demikian, teknologi tetaplah menempati posisi tiga besar, artinya sentuhan teknologi tetap merupakan hal yang penting.
2.Tim BPPT telah merangkum permasalahan yang ditemukan di lapangan atau masyarakat. Pemaparan dilakukan di hadapan jajaran Pemda Banggai untuk dikonfirmasikan agar laporan ini menjadi semakin baik dan sahih ketika diterjemahkan menjadi program atau kegiatan di masyarakat
3.BPPT telah banyak mengembangkan teknologi dan diterapkan di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Seandainya Kab. Banggai berminat untuk bekerja sama mengimplementasikan teknologi yang dikembangkan oleh BPPT, maka syarat pertama adalah harus membuat perjanjian kesepahaman (MoU).
Setelah presentasi, Wakil Bupati memandu langsung diskusi. Beberapa komentar dan pertanyaan yang muncul saat diskusi adalah seperti di bawah ini

1.Kadis Perikanan: Rusdi, M.Si
Berdasarkan pengalaman, salah satu hal yang menjadi penghambat kemajuan atau perkembangan sosial ekonomi di kalangan nelayan adalah adanya pelarangan menggunakan alat tangkap tertentu dimana peraturan ini sudah ada sejak tahun 2004 yang diberlakukan di Banggai. Kadis Perikanan dan Kelautan mengharapkan bahwa hasil temuan social ekonomi serta biofisik ini dikembangkan agar bisa memberikan rekomendasi teknis mengenai alat tangkap apa yang bisa digunakan dan atau teknologi budidaya perikanan yang sesuai dengan situasi dan kondisi daerah setempat. Selama ini nelayan setempat hanya mengandalkan alat tangkap yang masih sangat tradisional. Untuk itu diharapkan ada rekomendasi mengenai teknologi modern untuk mendukung perikanan tangkap yang disertai dengan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat.

2.Camat Nambo
a.Mengapa hanya tiga kecamatan yang dijadikan area studi? Apakah kecamatan lain dianggap tidak penting?
b.Program pemberian sebaiknya digodok sekarang, baru kemudian direalisasikan pada tahun depan agar bisa dihindari masalah seperti perahu yang jelek. Selain itu perlu pula bantuan tersebut diberikan kepada kelompok yang sudah jelas. Artinya, perlu penegasan kelompok-kelompok nelayan.
c.Bagaimana kita bisa meningkatkan teknologi sementara fasilitas kurang, armada tidak ada. Hal ini memerlukan campurtangan Pemda dan BPPT

3. Camat Batui
a.Di Kecamatan Batui banyak terdapat sawah namun penggarap sangat sedikit sehingga sering harus mengundang penggarap dari daerah lain.
b.Sangat sulit untuk menyelesaikan konflik, padahal nelayan tidak ada. Kunci utama dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat adalah bagaimana merubah pola hidup dari nelayan, petani atau buruh.
c.Sampai saat ini usaha simpan pinjam di Kecamatan Batui sudah banyak namun belum bisa mendongrak untuk mengembangkan usaha. Sebagai contoh, walaupun modal tersedia untuk usaha ikan asin, namun tidak ada nelayan yang melakukan serta tidak ada ikan yang bisa diolah.

4. Camat Kintom
a.Teknologi atau peralatan tangkap yang dimiliki oleh nelayan atau masyarakat belum bisa untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
b.Jumlah nelayan meningkat saat ada penjaringan proposal bantuan, namun pemberian bantuan tersebut banyak yang tidak sesuai. Di Kintom pernah ada bantuan untuk budidaya lele namun tidak ada bukti atau luarannya.
c.Demo yang terjadi di kalangan masyarakat Kintom terutama terjadi karena keinginan bekerjadi di DSLNG. Diharapkan terjadi keseimbangan dalam perekrutan tenaga kerja.

5. Suryani Mille (anggota tim BPPT dan Ketua Asosiasi Kapal Pesiar di Indonesia)
Orang yang tinggal di pesisir tidak selalu nelayan, dan sebutan nelayan tidak hanya ditujukan kepada orang yang berprofesi menangkap ikan di laut, namun juga orang yang berbudi daya air tawar. Di Sisipan ada yang pernah mendapatkan bantuan dari APBD. Di Nambo pun pernah ada bantuan untuk budidaya air tawar. Selain itu, untuk perikanan tangkap pernah pula ada nelayan yang mendapatkan bantuan. Selama 15 -20 tahun ada tambak, banyak sekali nelayan yang bekerja di tambak tersebut. Ketika tambak mati, banyak yang kehilangan mata pencaharian. Perlu data yang jelas berapa orang yang benar-benar berprofesi sebagai nelayan. DSLSNG harus lebih selektif dalam memberikan bantuan.



Print

Gambar Pendukung
pelatihan
pelatihan
pelatihan
pelatihan
Bpk Yoke Faizal A.O memberikan pelatihan
Diseminasi
Diseminasi
Diseminasi
Diseminasi
Diseminasi
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
Pembangunan Ina-Sat untuk Kemaritiman.
 
Rabu, 25 Maret 2015
(0) Jika kamu suka
  Direktur PTISDA mewakili Deputi TPSA, memimpin pertemuan dengan MDA Canada dan Perwakilan dari Kedutaan Canada di BPPT Thamrin
 
Rincian Berita

Direktur PTISDA mewakili Deputi TPSA, memimpin pertemuan dengan MDA Canada dan Perwakilan dari Kedutaan Canada di BPPT Thamrin, membahas mengenai peluang kerjasama untuk pembangunan Ina-Sat untuk Kemaritiman. Hadir pada pertemuan tersebut antara lain Dr Ross Rose, Kabid Pemodelan, Ir Rasyid Aladin, dan Ibu Ambar. Pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan penajaman rencana FS (feasibility study) oleh pihak Indonesia dan membahas bersama proposal Ina-Sat dengan sistem orbit equatorial sehingga setiap wilayah Indonesia dapat direkam data satelit radar sebanyak 2 kali dalam sehari untuk resolusi 1 – 3 meter.
Print

Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
Deo / Umum / Jumat, 03 April 2015 02:18:50
Mohon beritanya Infonya lebih lebih informatif lagi...demikian
 
Diseminasi hasil kegiatan ‘Joint survei sosial ekonomi masyarakat pesisir serta biofisik perairan dan implementasi fish finder di sekitar lokasi proyek DSLNG
 
Senin, 23 Maret 2015
(9) Jika kamu suka
  Tim Kerjasama Banggai telah dilaksanakan persiapan intensif selama seminggu (23 – 27 Maret 2015) untuk Diseminasi hasil kegiatan ‘Joint survei sosial ekonomi masyarakat pesisir serta biofisik perairan dan implementasi fish finder di sekitar lokasi proyek DSLNG
 
Persiapan Materi Diseminasi
Rincian Berita

Tim Kerjasama Banggai yang dipimpin oleh Dr. Yudi Adityawarman, Dr. M. Saleh dan Ir Awalluddin telah dilaksanakan persiapan intensif selama seminggu (23 – 27 Maret 2015) untuk Diseminasi hasil kegiatan ‘Joint survei sosial ekonomi masyarakat pesisir serta biofisik perairan dan implementasi fish finder di sekitar lokasi proyek DSLNG”, akan dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2015 di Kantor Bappeda Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Acara ini akan dihadiri oleh sekitar 50 undangan dari SKPD terkait, praktisi dan akademisi termasuk perwakilan komunitas nelayan. Perwakilan BPPT yang akan hadir antaralain PTISDA (diwakili oleh Kabid Pemodelan), BPPT Enjiniring dan Biro Perencanaan. Sasaran dari kegiatan ini adalah diperolehnya hasil kajian sosial ekonomi, kesenjangan kebutuhkan teknologi serta pemetaan zona potensial perikanan tangkap untuk implementasi pemberdayaan masyarakat secara optimal. Tanggal 1 April 2015 kegiatan akan dilanjutkan dengan pelatihan di ‘Fishery Traiing Center’ kepada nelayan dan ToT kepada akademisi dan dinas/ SKPD terkait sebagai pendamping dalam rangka penerapan teknologi baru.
Print

Gambar Pendukung
Koodinasi dan rapat persiapan Diseminasi
Persiapan Materi Diseminasi
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
Total Data : 103 / Halaman 1 dari 21
010203040506070809101112131415
161718192021

2015-05-02 | Penghargaan Inovator Teknologi
2015-04-07 | MORENA dalam Seminar Nasional
2015-04-01 | Diseminasi Hasil Kegiatan Joint Survei Biofisik dan Sosial Ekonomi
2015-03-25 | Pembangunan Ina-Sat untuk Kemaritiman.
2015-03-23 | Diseminasi hasil kegiatan ‘Joint survei sosial ekonomi masyarakat pesisir serta biofisik perairan dan implementasi fish finder di sekitar lokasi proyek DSLNG
2015-03-23 | Deteksi Fase Tumbuh Padi dengan Metode Terkini berbasis Teknologi Pemodelan Penginderaan Jauh dipresentasikan di Konferensi Internasional
2015-03-20 | Mendukung program Internasional CTI di manado
2015-03-19 | Kerjasama dengan Asisten Deputi Kewilayahan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Tim PTISDA BPPT mengikuti FGD BIG
2015-03-19 | Evaluasi E-logbook Catch Recording System for Indonesian Fishing Vessels > 30 GT
2015-03-18 | Rapat konsolidasi Kegiatan TechnoPark BPPT
2015-03-17 | Kegiatan PTISDA
2015-03-16 | Kunjungan Tim National Institute for Environmental Studies Jepang (NIES)
2015-02-06 | Pengamatan Cuaca Intensif (Intensive Observation Period/IOP) di Bogor
2015-01-19 | PELUNCURAN DAN DISEMINASI PRODUK INOVASI “PTISDA” UNTUIK INDONESIA JAYA
2014-11-23 | Survei pemetaan potensi sumber daya alam kelautan dan perikanan Perairan Banggai
2014-11-19 | Instalasi VLF Lightning Receiver di workstation LAPAN Pameungpeuk Garut.
2014-11-17 | PTISDA berpartisipasi dalam PIT ISOI XI 2014
2014-11-16 | Kunjungan Direktur ke SPACEBEL di BELGIA
2014-11-12 | Fiber Etalon Solar (FES)
2014-11-07 | Kuliah Umum Tim Hyperspectral di UNILA

 
Forum Presentasi untuk KPLB Diadakan BKN
Staf PTISDA Pemaparan pada Pertemuan ISOI
International Workshop SATREPS
Hasil Prediksi Pertumbuhan tanaman Padi di Jawa Tahun 2014
Website BELFOS
Diseminasi
Opening Remark (Dr. Edi Husen, Head of Dissemination and Cooperation,
Pemantauan FES
Pengukuran Kecerahan Perairan dengan Menggunakan Seichidisk
Pelatihan GEO-Network
New Hope in Solidity
MAP OF POTENTIAL DROUGHT VULNERABLE AREA (Mr. Fadhlullah Ramadhani, IAHRI - IAARD - MoA)
CDR Serpong
Persiapan Alat Survei
2011 Capacity Building Workshop of Satellite Remote Sensing, Taiwan.
 Perikanan budaya ikan tawar (ikan nila gift, ikan mas dan ikan tuna)
Hasil Prediksi Pertumbuhan tanaman Padi di Jawa Tahun 2014
BPTP Lampung Prof Ahmad Prabowo,PhD menjelaskan Agrobisnis
Inovator KSA dan BELFOS Foto dari kiri ke kanan : Bpk.Lena Sumargana (Inovator KSA), Bpk Dr.M.Sadly, Ibu Ilvi Fauziah C(Inovator BELFOS), Ibu Dr.Nani hendiarti, Bpk.Ir.Heri Sadmono, Bpk. Samsul bahri.
Training di Bungus
Copyright © 2014 PTISDA - GEOSTECH. All rights reserved.   BPP TEKNOLOGI