Pusat TISDA merupakan salah satu unit di BPPT yang bergerak di bidang Pengkajian Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam. PTISDA aktif dalam pengkajian dan penerapan teknologi di bidang Penginderan Jauh (Remote Sensing),Sumber daya Kelautan dan Pesisir, Sistem Informasi Geografis, Sistem Survey Terestris, dan Valuasi Sumber Daya Alam

Tentang Geostech
Berita
Produk
Fasilitas
Hubungi Kami
Dinamika Kunjungan
Har ini 54
Kemarin 609
Minggu ini 987
Bulan lalu 1256
Total Kunjungan 1410
 
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) membuka pendaftaran secara online seleksi CPNS 2014 melalui portal nasional Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
Para pelamar yang berminat bisa mengunjungi situs http://sscn.bkn.go.id dan https://panselnas.menpan.go.id/ untuk mendaftar dan mendapatkan informasi lainnya.

MITRA KERJA

RISTEK
Badan Informasi Geospasial
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

DINAMIKA KEGIATAN PTISDA

SARASEHAN POROS MARITIM
  Jumat, 12 September 2014
  "Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar menjadi jongos-jongos di kapal, bukan. Tetapi bangsa pelaut dalam arti kata cakrawati samudra. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri."
 
Sarasehan Membangun Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang Maju dan Mandiri digelar di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/9). Hadir sebagai pembicara mantan Panglima TNI Angkatan Laut Laksamana Agus Suhartono, Indroyono Soesilo, Sjarief Widjaja dan Sarwono Kusumaatmadja yang bercerita tentang kekuatan maritim Indonesia (Foto-foto: Dedy Istanto / http://www.satuharapan.com/).
Rincian Berita
"Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar menjadi jongos-jongos di kapal, bukan. Tetapi bangsa pelaut dalam arti kata cakrawati samudra. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri."

Bayangkan, kejahatan illegal fishing yang dilakukan oleh ribuan kapal asing (Cina, Vietnam, Thailand, Taiwan, dan lain-lain) terus saja marak terjadi. Data Badan Pemeriksa Kuangan (2013) menunjukkan, potensi pendapatan sektor perikanan laut kita jika tanpa illegal fishing mencapai Rp 365 trilun per tahun. Namun, akibat illegal fishing, menurut hitungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (2011), pendapatan tersebut hanya berkisar Rp 65 triliun per tahun. Jadi ratusan triliun rupiah devisa negara hilang setiap tahun.

Di samping itu, kita juga belum pandai memanfaatkan letak geografis Indonesia. Padahal, Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982 telah menetapkan tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai alur pelayaran dan penerbangan oleh kapal atau pesawat udara internasional. Ketiga ALKI tersebut dilalui 45% dari total nilai perdagangan dunia atau mencapai sekitar 1.500 dolar AS. Sayangnya, posisi geografi yang penting itu belum kita manfaatkan dengan baik. Terbukti, kita belum punya pelabuhan-pelabuhan transit bagi kapal niaga internasional yang berlalu lalang di 3 ALKI tadi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada masa kepemimpinannya sebenarnya telah meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi kelautan, namun masih perlu peningkatan dalam tataran implementasinya. Momentum suksesi kepemimpinan nasional, dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Terpilih Joko Widodo, merupakan saat yang tepat untuk merumuskan kembali kebijakan implementasi pembangunan Benua Maritim Indonesia secara menyeluruh dan terpadu.

Sarasehan ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi langkah-langkah strategis dan implementatif untuk pembangunan Indonesia yang berorientasi kelautan dan berbasis Iptek dalam rangka mewujudkan poros maritim dunia yang maju dan mandiri. Menampilkan para pakar yang kompeten di bidangnya, sarasehan ini diharapkan dapat merumuskan daya saing bangsa sebagai negara maritim yang kompetitif berbasis sumber daya alam, budaya, ilmu pengetahuan, dan geografi.

Kedaulatan Maritim Indonesia

Kelembagaan Kelautan-MENPAN

Presentasi Kelautan Dunia dan Posisi Indonesia - FAO

Visi Misi dan Program JKW - JK-Nasdem
Print

Gambar Pendukung
Direktur Sumberdaya Perikanan dan Akuakultur FAO - Roma Indroyono Soesilo selaku narasumber yang berbicara tentang kelautan dunia dan posisi Indonesia dalam acara sarasehan tentang maritim.(Foto-foto: Dedy Istanto / http://www.satuharapan.com/)
Sarasehan Membangun Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang Maju dan Mandiri digelar di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/9). Hadir sebagai pembicara mantan Panglima TNI Angkatan Laut Laksamana Agus Suhartono, Indroyono Soesilo, Sjarief Widjaja dan Sarwono Kusumaatmadja yang bercerita tentang kekuatan maritim Indonesia (Foto-foto: Dedy Istanto / http://www.satuharapan.com/).
 
Pelatihan peta interatif bebasis website
  Rabu, 10 September 2014
  Pengantar pemasukan database keruangan berbasis website, acara dilaksanakan oleh staf Balai Teknologi Lingkungan (Host), dan diwakili TEKSURLA, PTISDA, PTL, PTLWB, PTSM, sebanyak 16 peserta
 
Suasana Pelatihan
Rincian Berita
Peserta yang hadir sbb:
1. Rendi Handika
2. Ardila Yananto
3. Yosep Widi Nugraha
5. Fineza Ilova
6. Jubaidi Rohman
7. Tata Yudha
8. Nicko Widiyatmoko
9. Raditya Panji
10. Teguh
11. M. Iqbal H
12. Muh Miranda
13. Heru. D. W
14. Insan Nur S
15. Hari Priyadi
16. Azalea Eugenie
Print

Gambar Pendukung
Suasana Pelatihan
Suasana Pelatihan
 
LOKAKARYA NASIONAL
  Selasa, 09 September 2014
  Lokakarya Nasional ini berlangsung sehari dengan tema Kemajuan Teknologi Informasi Geospasial dan Penerapannya di Indonesia dalam mendorong Efektifitas dan Efisiensi Penggunaan Anggaran Negara.
 
Rincian Berita
Lokakarya Nasional ini berlangsung sehari dengan tema Kemajuan Teknologi Informasi Geospasial dan Penerapannya di Indonesia dalam mendorong Efektifitas dan Efisiensi Penggunaan Anggaran Negara.

Pembangunan yang tersebar di seluruh Indonesia, perlu dicari cara untuk mendapatkan informasi dengan bantuan teknologi geospasial. misalkan dalam penyebaran tenaga kesehatan akan sangat terbantu dengan informasi koordinat puskesmas dan RS. Dalam dunia maritim dapat melihat sebaran kapal penangkap ikan sehingga didapati mengenai informasi illegal fishing.
Baru-baru ini kita mengalami kebakaran hutan pada lahan gambut dengan teknologi informasi geospasial maka dapat dilacak titik api tersebut hingga berujung pada pemilik lahan titik api. Pada semua sektor teknologi geospasial dapat diterapkandan teknologi ini biaya dapat ditekan. Siklus teknologi yang sengat cepat maka perkembangan teknologi ini semakin cepat dan memiliki siklus yang pendek. Ada proses migrasi dan adaptasi dalam pemanfaatan teknologi. Setiap teknologi tidak perlu ditakuti bagaimana teknologi ini dapat beradaptasi, misalnya dalam pengadaan barang dan jasa oleh karena itu kami mendorong pemerintah untuk menyusun sistem perencanaan/ skenario pengadaan barang yang efektif dan efisien sehingga adaptasi teknologi dapat berjalan dengan baik. Akhir kata kita tidak perlu takut dan alergi pada perubahan namun kita perlu merencanakan dengan baik agar teknologi itu dapat diterapkan dengan baik.

Tujuan Lokakarya adalah Mempromosikan penerapan teknologi yang tepat dalam survai dan pemetaan, pengolahan dan penyajian, serta diseminasi informasi geospasial sebagai solusi permasalahan pembangunan. Kedua, Peningkatan efisiensi penggunaan informasi geospasial [komponen keluaran] dan penggunaan anggaran [komponen masukan] dalam rangka keberlanjutan program-program pembangunan. Dan terakhir, Mengusulkan teknologi terapan dalam penyelenggaraan informasi geospasial pada sektor/kegiatan kehutanan termasuk REDD , kelautan, penataan ruang dan wilayah, serta pencegahan dan penanggulangan bencana.


Print

 
Kunjungan Direktur ke BBSDLP
  Selasa, 02 September 2014
  Kunjungan Direktur dalam rangka sosialisasi kegiatan PTISDA
 
Presentasi SRISOFT (Dr. Sidik Mulyono)
Rincian Berita
Sosialisasi kegiatan PTISDA yang dimulai dengan sambutan dari Kepala BBSDLP Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr dan perkenalan staff BBSLDP dan staff PTISDA-BPPT.
Staf BBSDLP Bpk Rofik, Ibu Sasa, Bpk Syaiful, Bpk Wahyu, Dr. Edy Husein
BPPT. Bpk Direktur Dr. M Sadly, Dr. Sidik Mulyono, Dr. Agustan, Awaluddin, Hari Priyadi

Sosialisasi
SRISOFT (Dr. Sidik Mulyono)
WebGIS Aram (Awaluddin)
Print

Gambar Pendukung
Materi SRISOFT
Presentasi SRISOFT (Dr. Sidik Mulyono)
 
Presentasi Mahasiswa Kerja Praktik
  Selasa, 02 September 2014
  Pada hari ini, Selasa 2 September 2014 diadakan acara persentasi kegiatan Kerja Praktik di Ruang Rapat Neonet lantai 20 Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jalan MH.Thamrin Jakarta Pusat pada pukul 14.00-16.00 WIB.
 
Suasana Presentasi
Rincian Berita
Peserta Rapat Terdiri dari :
Nama: Gyastuti Wijaya Murti
Perguruan Tinggi: Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jurusan: Teknik Geomatika

Nama: T. Alfira Devy
Perguruan Tinggi: Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jurusan: Teknik Geomatika

Nama: Dhanu Prihantoro Trijayanto
Perguruan Tinggi: Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jurusan: Teknik Geomatika

Nama: Fathoni Sasmito Utomo
Perguruan Tinggi: Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jurusan: Teknik Geomatika

Kelompok pertama mengangkat permasalahan persebaran titik panas dengan studi kasus provinsi Riau, dan provinsi Kalimantan Selatan. Mereka menjelaskan bahwa titik panas (Hotspot) bisa diartikan sebagai suatu area yang memiliki suhu tertinggi dibandingkan area lain. Meski disebut titik panas, tidak seluruh hotspot adalah actual fire (api sebenarnya) di lapangan. Dan juga dijelaskan bahwa untuk mendapatkan titik panas, digunakan citra satelit dari satelit NOAA, karena satelit NOAA dinilai mampu digunakan untuk analisa titik panas, tidak berbayar, dan untuk pengunduhan datanya tidak perlu melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Para perserta menjabarkan apa saja kegiatan yang dilakukan selama kerja praktik dengan judul kegiatan “Perancangan Sistem Informasi Geografis Pengelolaan Sebaran Hotspot dan Sebaran Dispersi Asap Studi Kasus Provinsi Riau dan Kalimantan Selatan di Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT)”. Saat persentasi dilaksanakan, peserta yang hadir adalah kalangan dari staff neonet BPPT sebanyak 8 orang dan peserta kerja praktik lainnya yang berasal dari Universitas Diponegoro sebanyak 2 orang, Universitas Al-azhar Indonesia sebanyak 2 orang dan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebanyak 2 orang. Ringkasan jalannya persentasi adalah sebagai berikut :

a. Pembukaan dilakukan oleh Bapak Agustan
b. Persentasi dilakukan oleh peserta
c. Sesi Tanya jawab
d. Penutup

Tidak ada kendala yang berarti selama persentasi berlangsung. Peserta persentasi menjabarkan isi materi yang disampaikan hingga selesai dan banyak saran yang membangun diberikan oleh bapak-bapak dan ibu-ibu di Neonet BPPT. Demikian berita acara ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Kelompok kedua menjelaskan bahwa mereka akan melakukan analisa persebaran klorofil yang nantinya akan digunakan untuk mengetahui persebaran zona pancing (Fishing Ground) dengan studi kasus pulau Bengkalis.

Dari praktik lapangan ini diharapkan mahasiswa dapat mengerti prosedur mulai dari persiapan, pengolahan, hingga analisa. Paling tidak pada ruang lingkup permasalahan yang mereka angkat. Dan juga diperlukan pemahaman dasar teori yang baik agar mahasiswa dapat lebih mengembangkan dasar pemikiran dari permasalahan tersebut. Presentasi yang rutin dilakukan inipun juga untuk melatih para mahasiswa untuk terbiasa berbicara di depan umum.
Print

Gambar Pendukung
Suasana Presentasi
Suasana Presentasi
Suasana Presentasi
Suasana Presentasi
 
Total Data : 73 / Halaman 1 dari 15
010203040506070809101112131415

2014-09-12 | SARASEHAN POROS MARITIM
2014-09-10 | Pelatihan peta interatif bebasis website
2014-09-09 | LOKAKARYA NASIONAL
2014-09-02 | Kunjungan Direktur ke BBSDLP
2014-09-02 | Presentasi Mahasiswa Kerja Praktik
2014-08-30 | Survey KAPET ke Provinsi Aceh
2014-08-28 | Pelatihan Geo-Network
2014-08-24 | Workshop BMKG
2014-08-17 | Penghargaan Satlyalancana Wiryakarya
2014-08-17 | Survei KAPET di Pare-Pare
2014-05-16 | SURVEI KWALITAS PERAIRAN LOMBOK – NTB DAN SEKITARNYA
2014-05-09 | SEEA-AGRI, Optimalkan Penggunaan Sumberdaya Alam
2014-04-18 | Peresmian SI-Jawah di Balai SABO
2014-03-22 | Rekayasa Teknologi Kebencanaan: Frekuensi Radio Siap Gantikan Koneksi Internet Kala Infrastruktur Komunikasi Lumpuh
2014-03-21 | BPPT Kembangkan Alat Komunikasi Penanggulangan Bencana
2014-03-20 | Final workshop Joint Airborne Synthetic Aperture Radar Campaign
2014-03-14 | Stakeholder Meeting in Indonesia, March 3, 2014
2014-03-11 | Menyambut Penerimaan CPNS di PTISDA
2014-02-20 | Serah terima jabatan Kepala Bidang TASDA'
2014-01-15 | New Hope in Solidity

Nusantara Earth Observation Network
Gedung I BPPT Lantai 20
Jl. MH. Thamrin No 8 Jakarta 10340, Indonesia
Telpon: +62-21-3169010, Fax: +62-21-3906162
Email: neonet.bppt@gmail.com
Website: http://neonet.bppt.go.id, Blog: http://blogneonet.wordpress.com
 
Suasana Presentasi
Foto Bersama
Persiapan Alat Survei
MAP OF POTENTIAL DROUGHT VULNERABLE AREA (Mr. Fadhlullah Ramadhani, IAHRI - IAARD - MoA)
Application of remote sensing for agricultural drought monitoring in Indonesia (Prof. Wataru Takeuchi, University of Tokyo)
Konsorsium Nasional untuk Kemandirian di bidang Satelit
Sarasehan Membangun Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang Maju dan Mandiri digelar di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/9). Hadir sebagai pembicara mantan Panglima TNI Angkatan Laut Laksamana Agus Suhartono, Indroyono Soesilo, Sjarief Widjaja dan Sarwono Kusumaatmadja yang bercerita tentang kekuatan maritim Indonesia (Foto-foto: Dedy Istanto / http://www.satuharapan.com/).
Tim Futsal PTISDA
2011 Capacity Building Workshop of Satellite Remote Sensing, Taiwan.
 Perikanan budaya ikan tawar (ikan nila gift, ikan mas dan ikan tuna)
Kejadian Bencana Bajir di Parigi Moutong
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara PTISDA BPPT dengan Pemerintah Kotamadya TARAKAN, Provinsi Kalimantan Timur
Deputi TPSA memukul gong peluncuran SIJAMPANG
Kunjungan ke Kantor BAPPEDA Banda Aceh
Penampilan SiJampang di TVRI
Foto bersama Deputi TPSA
Suasana di atas Kapal
Suasana Presentasi
Peralatan Survei yang akan digunakan
Pengambilan Sampel Plankton dengan Planktonet
Copyright © 2014 PTISDA - GEOSTECH. All rights reserved.   BPP TEKNOLOGI