PTPSW merupakan salah satu unit di BPPT yang bergerak di bidang Pengkajian Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam. PTPSW aktif dalam pengkajian dan penerapan teknologi di bidang Penginderan Jauh (Remote Sensing),Sumber daya Kelautan dan Pesisir, Sistem Informasi Geografis, Sistem Survey Terestris, dan Valuasi Sumber Daya Alam

Tentang Geostech
Berita
Produk
Fasilitas
Hubungi Kami

CUACA TERKINI


BPPT TWITTER


DINAMIKA KUNJUNGAN

Har ini 43
Kemarin 376
Minggu ini 622
Bulan lalu 1277
Total Kunjungan 73624
     
 

MITRA KERJA

RISTEK
Badan Informasi Geospasial
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
 

DINAMIKA KEGIATAN PTPSW

Press-Release PELUNCURAN DAN DISEMINASI PRODUK INOVASI TEKNOLOGI “ SIKBES-Ikan “
 
Kamis, 22 September 2016
(0) Jika kamu suka
  Visi Presiden RI ke-7 menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Agenda pembangunan untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia ini memiliki lima pilar utama. Salah satu pilar (Pilar ke 2) menyebutkan “menjaga dan mengelola sumberdaya laut, dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, melalui pengembangan industri perikanan, dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. Kekayaan maritim ini akan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat”. Indonesia adalah negara maritim yang memiliki sumberdaya kelautan sangat besar, terutama potensi perikanan. Pengelolaan penangkapan ikan laut yang baik dan seimbang memerlukan informasi potensi sumberdaya ikan laut yang baik dan akurat. Pertanyaan penting yang harus bisa dijawab adalah: ”bagaimana strategi mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan bagaimana peran Teknologi dalam mengelola sumberdaya kelautan secara berkelanjutan?.
 
Rincian Berita
Visi Presiden RI ke-7 menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Agenda pembangunan untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia ini memiliki lima pilar utama. Salah satu pilar (Pilar ke 2) menyebutkan “menjaga dan mengelola sumberdaya laut, dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, melalui pengembangan industri perikanan, dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. Kekayaan maritim ini akan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat”. Indonesia adalah negara maritim yang memiliki sumberdaya kelautan sangat besar, terutama potensi perikanan. Pengelolaan penangkapan ikan laut yang baik dan seimbang memerlukan informasi potensi sumberdaya ikan laut yang baik dan akurat. Pertanyaan penting yang harus bisa dijawab adalah: ”bagaimana strategi mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan bagaimana peran Teknologi dalam mengelola sumberdaya kelautan secara berkelanjutan?.

Untuk itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (dalam hal ini Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah/PTPSW, Kedeputian Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam) melakukan suatu terobosan baru (Pendekatan baru di Indoesia), yaitu membangun sistem model prediksi lokasi potensi keberadaan ikan (fishing ground) jenis ikan pelagis ekonomis, beserta perhitungan nilai ekonominya menggunakan pendekatan integrasi antara metode sistem pakar (Knowledge-Based Expert System/KBES), Penginderaan Jauh (Remote Sensing), Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS). Model yang dikembangkan ini dinamakan perangkat lunak “SIKBES-ikan”, atau Sistem penjejak ikan nan cerdas (intelligent fish tracker). Aplikasi SIKBES-ikan ini dapat memberikan manfaat besar bagi para nelayan yang bergerak dalam produksi penangkapan ikan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan produksi dari suatu proses produksi penangkapan ikan di suatu wilayah perairan; Memberikan manfaat secara luas dalam proses pengelolaan sumberdaya perikanan di perairan nusantara, khususnya dalam pemetaan daerah-daerah potensial ikan-ikan pelagis ekonomis penting, sehingga pada akhirnya dapat dijadikan sebagai landasan kebijakan dalam menyusun suatu program pengelolaan sumberdaya perikanan laut skala nasional; Dapat diaplikasikan dalam berbagai sektor selain sumberdaya kelautan

Sistem SIKBES-ikan mampu menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut: (a). Dimana posisi (koordinat) FG yang terdeteksi ?; (b). Berapa jarak dari pos pendaratan ikan ke titik FG ?; (c). Jenis armada / kapal (tonase) apa yang layak digunakan ?; (d). Berapa lama waktu tempuh dan arah (haluan) dari pos pendaratan ikan ke titik FG ?; (e). Jenis alat tangkap apa yang layak digunakan ?; (f). Prasarana penunjang apa yang harus diengkapi ?; (g). Jenis ikan apa yang kemungkinan menjadi target tangkapan ?; (h). Berapa besar modal yang harus dikeluarkan ?; (i). Berapa besar biaya operasional yang harus dikeluarkan ?; (j). Berapa besar produksi tangkapan yang akan dihasilkan?; (k). Berapa kemungkinan keuntungan yang akan diperoleh ?; (l). Alternatif mana yang yang paling menguntungkan untuk dilakukan penangkapan ?; (m). Berapa besar bagi hasil keuntungan untuk setiap kelompok orang yang terlibat ?; (n). Kearah mana kemungkinan titk FG akan bergerak ?; (o). Bagaimana kondisi arus laut pada titik FG yang ditemukan ?.

BPPT bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Direktorat Tata Ruang Laut), telah mengimplementasikan sistem SIKBES-ikan di beberapa wilayah perairan di NKRI (Imlementasi pada lebih dari 75% wilayah perairan Indonesia/sekitar 19 Wilayah Perairan NKRI), termasuk implementasi di wilayah perairan pulau pulau terdepan NKRI (P. Natuna, P. Nipah). Sebagai contoh, Imlementasi SIKBES-ikan di Perairan Banggai dan sekitarnya Provinsi Sulawesi Tengah. Dari hasil implementasi diperoleh sebaran Fishing Ground (FG) bulanan dari tahun 2007-2014 (7 tahun) dan dapat diprediksi waktu Fluktuasi densitas FG bulanan (Pada bulan Juli dan Agustus memiliki densitas kelimpahan FG terbesar). Dari hasil perbandingan antara hasil observasi dengan hasil pengukuran berbasis citra satelit, diperoleh akurasi diatas 93 %.

Sistem SIKBES-ikan juga dirancang berbasis online (dapat diakses pada “Aplikasi Online SIKBES-ikan: http://tisda.bppt.go.id/sikbes”), mampu menyediaan informasi yang cepat (mudah di akses), akurat serta tepat guna mengenai daerah penangkapan ikan (fishing ground); informasi mengenai potensi lestari perikanan, kondisi lingkungan dan habitat ikan suatu perairan untuk menghidari ekploitasi sumberdaya ikan yang berlebih (overfisihing) agar bisa membantu untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan selektivitas dalam Operasi Penangkapan Ikan (OPI) untuk ikan pelagis penting baik skala lokal maupun regional.
Print

Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
UJI COBA UAV KE-2 DI GEOSTECH
 
Rabu, 13 April 2016
(1) Jika kamu suka
 


Uji coba UAV ke-2 dilaksanakan pada Kamis, 8 April 2016 pagi dan sore hari. Uji coba disampaikan oleh instruktur UAV dari APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia) kepada WP 1.1. dalam rangka persiapan survai pengamatan fase tumbuh tanaman jagung di lahan demplot Balai Besar Bigoen - Bogor. UAV yang digunakan adalah tipe ‘custom H’ dengan 4 copter dan lama terbang 30 menit. Uji coba pagi dilakukan manual menggunakan remote control. Uji ini memastikan fungsi gimbal berjalan baik sekaligus memotret lahan sawah di kawasan Geostech dengan sensor TETRACAM SNAP. Beberapa kecepatan dan ketinggian terbang dicoba. Isi batre UAV saat terbang dicek menggunakan perangkat wireless sehingga setiap saat penurunan kapasitas isi batre bisa dipantau tepat. Uji coba dilakukan selama sekitar 20 menit. Saat full kapasitas baterai 8000 mah adalah 4 volt. Kondisi minimum kapasitas baterai tidak boleh lebih kecil dari 3.5 volt saat terbang. Sebagian peserta diberikan kesempatan untuk menavigasikan UAV melalu remote control.

 
Tim WP 1.1 bersama dengan instruktur UAV dari APDI melakukan uji coba UAV tipe ‘custom H’ dengan 4 copter.
Rincian Berita

Uji terbang UAV sesi sore menggunakan ‘mission planner’. UAV dinavigasikan melalui perencanaan terbang yang di rancang di komputer menggunakan perangkat lunak DJI Mission Planner. Setting rencana terbang meliputi area misi (persawahan di Geostech), tinggi terbang (75 m dr tanah), focal lenght camera (8.3), kecepatan terbang (4 m/detik), overlap antar tiap data foto/citra (75%). Dari settingan ini dapat diketahui berapa jalur terbang (6 line), dan berapa lama misi terbang (8 menit). Data rencana terbang ini selanjutanya dikirim ke unit UAV. Setelah dikirim melalui komputer UAV diperintah untuk melakukan misi terbang. Hasil uji ini kurang sempurna karena kendala teknis dimana sensor TETRACAM tidak bisa merekam gambar sesuai setting. Karena hujan uji coba drone dihentikan dan akan dilanjutkan Kamis 14 April 2016. Saat itu peserta juga akan belajar menjadi pilot UAV seri DJI tipe Phantom menggunakan remote control. Tipe Phantom dipilih karena relatif lebih mudah digunakan oleh pemula.

Print

Gambar Pendukung
Tim WP 1.1 bersama dengan instruktur UAV dari APDI melakukan uji coba UAV tipe ‘custom H’ dengan 4 copter.
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
PENINJAUAN PENANAMAN JAGUNG DI LOKASI SURVEI UAV DI BALAI BESAR BIOGEN KEMENTAN BOGOR
 
Selasa, 12 April 2016
(1) Jika kamu suka
 


Pada hari Rabu tanggal 6 April 2016, Group Leader WBS 1, Laju Gandharum, S.Si, M.Sc, Leader WP 1.1, Rachmat Ramadhan, SE, M.Sc, serta personel WP 1.1 Tiara Grace, S.P dan Dionysius Bryan Sencaki, S.T melakukan kunjungan ke BB Biogen di Bogor untuk meninjau penanaman 50 varietas tanaman jagung.Kegiatan penanaman tersebut dilaksanakan oleh BB Biogen untuk identifikasi varietas jagung unggulan.

 
Tim WP 1.1 melakukan peninjauan penanaman 50 varietas tanaman jagung di BB Biogen Bogor.
Rincian Berita


Lokasi penanaman di BB Biogen tersebut merupakan lokasi survey UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang nantinya akan dilaksanakan oleh WP 1.1 selama 4 bulan kedepan atau selama 18 kali pengambilan data untuk tiap minggu. Selama kunjungan ke BB Biogen, tim mendapatkan informasi dari Pengawas Program dan Pekebun Pak Purwadi selaku koordinator lapangan mengenai perlakuan masing – masing varietas Jagung (pemberian pupuk dan pengairan), jarak penanaman bibit Jagung dan pola penanaman yang menggunakan metode penanaman ulangan untuk masing – masing varietas sebanyak tiga kali. Pada kolom pertama, Jagung ditanam dengan pola yang berurutan dan diberi penomoran 1 – 30, kemudian untuk kedua kolom berikutnya, Jagung ditanam secara acak dengan penomoran 31 – 90. Lalu pola penanaman berurutan dilakukan lagi untuk Jagung dengan penomoran 91 – 110 dan dilanjutkan dengan penanaman acak untuk penomoran 111 – 150. Selain melakukan penanaman untuk karakterisasi 50 varietas Jagung, BB Biogen juga melakukan penanaman yang bertujuan untuk mengukur biomassa. Varietas yang ditanam adalah varietas umum yang banyak dikenal oleh publik yaitu varietas hibrida dan bisma. Pola penanaman untuk kedua varietas Jagung tersebut juga menggunakan metode pengulangan yang dilakukan setiap 10 baris untuk masing – masing kolom. Jagung untuk pengukuran biomassa tersebut rencananya akan dipotong setiap minggu selama tim WP 1.1 melakukan survey UAV.

Print

Gambar Pendukung
Tim WP 1.1 melakukan peninjauan penanaman 50 varietas tanaman jagung di BB Biogen Bogor.
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
KARYA INOVASI PTPSW TERPILIH DALAM 107 INOVASI INDONESIA TAHUN 2015
 
Senin, 11 April 2016
(0) Jika kamu suka
 

2 karya inovasi PTPSW berhasil terpilih dalam 107 Inovasi Indonesia tahun 2015 setelah melalui seleksi berlapis yang melibatkan 34 orang juri dan 11 peninjau ahli dari tokoh-tokoh senior bisnis dan kewirausahaan Indonesia.

 
Karya Inovasi PTPSW Tiada Dusta Lagi Diantara Kita
Rincian Berita

Adapun karya inovasi PTPSW yang pertama yaitu pada aspek Ketahanan Pangan dengan judul Kerangka Sampel Area untuk Estimasi Luasan Padi sehingga tiada dusta lagi diantara kita dengan inovator Ir. Heri Sadmono, M.Sc, Ir.Lena Sumargana, M.T, Laju Gandharum, S.Si, M.Sc, Fauziah Alhasanah, S.Pd, M.Si, serta Ir. Swasetyo Yulianto, M.Sc. Kerangka Sampel Area memadukan teknologi penginderaan jauh, GIS, IT, dan statistika spasial, serta SMS untuk pengiriman data lapangan. Data diolah secara otomatis dan hasilnya dapat langsung disajikan secara real time melalui internet.
Karya inovasi PTPSW yang kedua yaitu pada aspek Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan judul Mata di Langit (Eye in the sky) dengan innovator Dr.Ir. Sidik Mulyono, M.Sc, Laju Gandharum, S.Si, M.Sc, serta M.Iqbal Habibie, S.Kom, M.T. E-Sky memberikan informasi tentang intensitas pantulan cahaya matahari di muka bumi yang digunakan untuk mengenali objek tanaman, sekaligus memantau pertumbuhannya. Informasi ini dimanfaatkan untuk memprediksi lima fase tumbuh tanaman padi yaitu fase persiapan lahan, vegetative, reproduktif, pematangan, serta panen dan pasca panen. Tingkat akurasi dari hasil prediksi e-Sky ini mencapai 89,58%.

Print

Gambar Pendukung
Karya Inovasi PTPSW Mata di Langit
(Eye in the sky)
Karya Inovasi PTPSW Tiada Dusta Lagi Diantara Kita
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
SURVEY POSISI PENEMPATAN ALAT AKUSTIK TOMOGRAFI PANTAI DI SELAT BALI DAN SELAT LOMBOK
 
Senin, 11 April 2016
(0) Jika kamu suka
 


Dalam rangka kegiatan Program DIPA BPPT, Program Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah, WBS 3: Inovasi Teknologi Eksplorasi SDA Pesisir dan Laut Berbasis Tomografi, maka WP 3.1 (Aplikasi Tomografi untuk Pesisir dan Laut) telah melaksanakan survey posisi penempatan alat akustik tomografi pantai di Selat Bali dan Selat Lombok pada tanggal 28 Maret sampai dengan 1 April 2016 lalu.

 
Posisi lokasi pengukuran
Rincian Berita


Survei yang dilakukan selama 5 (lima) hari ini bertujuan untuk mencari lokasi yang sesuai sebelum dilakukan kegiatan pemasangan dan pengukuran arus laut dengan menggunakan alat akustik tomografi pantai di Bulan Mei mendatang.
Kegiatan pada hari pertama, Tim Survei langsung menuju ke arah Timur Laut dari Denpasar, ditemukan beberapa lokasi di sepanjang Selat Lombok antara lain di sekitar Pantai Purnama, Keramas, hingga Pelabuhan Padang Bai. Hari kedua dilanjutkan dengan menyusuri lokasi sepanjang Selat Bali hingga Pelabuhan Gilimanuk. Melanjutkan survey hari ketiga, tim menuju ke wilayah Nusa Penida. Hari keempat dan kelima telah dilaksanakan survey penentuan lokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tim menuju kearah Selatan dari Mataram yaitu Kecamatan Sekotong, tetapi di wilayah Lombok tidak ditemukan lokasi yang memenuhi syarat dikarenakan kondisi pantai terlalu landai atau tebingnya terlalu curam.
Selain survey untuk mencari lokasi pengukuran yang sesuai, Tim juga melakukan koordinasi dan paparan di beberapa instansi yang terkait seperti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut (BBPPBL) Gondol – Bali, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) – Bali, serta UPTD Balai Pengembangan Budidaya Perikanan Pantai (BPBPP) Sekotong – Nusa Tenggara Barat.


Print

Gambar Pendukung
Tim Survei
salah satu kondisi jalan menuju lokasi survey
Posisi lokasi pengukuran
Klik disini untuk Tanggapan Anda.........
 
Total Data : 123 / Halaman 1 dari 25
010203040506070809101112131415
16171819202122232425

2016-09-22 | Press-Release PELUNCURAN DAN DISEMINASI PRODUK INOVASI TEKNOLOGI “ SIKBES-Ikan “
2016-04-13 | UJI COBA UAV KE-2 DI GEOSTECH
2016-04-12 | PENINJAUAN PENANAMAN JAGUNG DI LOKASI SURVEI UAV DI BALAI BESAR BIOGEN KEMENTAN BOGOR
2016-04-11 | KARYA INOVASI PTPSW TERPILIH DALAM 107 INOVASI INDONESIA TAHUN 2015
2016-04-11 | SURVEY POSISI PENEMPATAN ALAT AKUSTIK TOMOGRAFI PANTAI DI SELAT BALI DAN SELAT LOMBOK
2016-03-30 | PERTEMUAN UNTUK MEMBAHAS KERJASAMA DENGAN MIDORI ENGINEERING
2016-03-29 | RAPAT KOORDINASI SERTA UJI COBA PENGUKURAN TANAMAN JAGUNG DENGAN MENGGUNAKAN SPECTROMETER DAN LEAF AREA INDEX (LAI) DI BBSDLP BOGOR
2016-03-28 | SOSIALISASI HASIL PENGAMATAN INTENSIF PRE-YMC (YEARS OF THEMARITIME CONTINENT)
2015-09-01 | INTERAKSI MUSON, IOD DAN ENSO: APAKAH FENOMENA IKLIM GLOBAL SAAT INI SUDAH MENCAPAI PUNCAKNYA?
2015-08-30 | Acara Kumpul Santai PTISDA Minggu pagi 30 Agustus 2015
2015-08-06 | E-Sky Inovation
2015-07-03 | Tim BPPT BELFOS berkoordinasi dengan SDI-KKP dan nelayan
2015-06-16 | BPPT-BBSLDP Kementrian Pertanaian kolaborasi studi Hyperspectral Tanaman Pangan (HyperMaize)
2015-06-15 | Tim BELFOS BPPT AP2HI dan SDI-KKP
2015-06-13 | Pengujian alat tomografi di Banyuwangi - Gilimanuk
2015-06-10 | Penerapan Ground Penetrating Radar (GPR) untuk Identifikasi Perlapisan Tanah
2015-06-06 | Training INAHOR
2015-06-05 | Syukuran dan Silahturahmi
2015-06-01 | Serah terima Jabatan Kepala Bidang Pemodelan
2015-05-20 | Survey Spektral Tanaman Jagung di Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut

 
Ekspose hasil kegiatan “Hyperspectral-OPT”
New Hope in Solidity
Kejadian Bencana Bajir di Parigi Moutong
Profil Topografil Lombok dan Sekitarnya
Suasana Pelatihan
Aplikasi monitoring titik panas secara realtime berbasis webgis<br />http://geospasial.bnpb.go.id/monitoring/hotspot/
Tim PTISDA BPPT
Purek IV Bpk Cipta Ginting dan Ketua Tim Hyperspectral Bpk Sidik Mulyono
Pelatihan GEO-Network
Awaluddin, Spi - Staf PTISDA - BPPT
Posisi lokasi pengukuran
Kerjasama PTISDA dan Balitbangda Kabupaten Kampar Riau
Bpk Yoke Faizal A.O memberikan pelatihan
Tim BPPT foto di Gedung Rektorat
Application for RICE Productivity and drought monitoring SYSTEM (Dr. Agustan, PTISDA-BPPT)
Bpk Sidik Mulyono menjelaskan diseminasi ke Rektor UNILA Prof. Dr. Ir. Sugeng P Harianto, M.S.
Hasil Prediksi Pertumbuhan tanaman Padi di Jawa Tahun 2014
Serah Terima Jabatan
Seluruh anggota dan representatif dari semua institusi (BPPT, RISTEK, BMKG, dan LAPAN) pada pertemuan pertama Joint Coordinating Committee (JCC) Proyek SATREPS – MCCOE.
Anomali tinggi muka air laut tahun 1997
Copyright © 2014 PTPSW - GEOSTECH. All rights reserved.   BPP TEKNOLOGI